Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keluarga: Olak Tidak Punya Riwayat Penyakit

A
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). (DOK ISTIMEWA)
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). (DOK ISTIMEWA)

Advertisement

PONTIANAK POST – Kepergian Nola Dya Sari, peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 untuk calon Manajer Koperasi Merah Putih, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya di Jalan Manggis Gang Rukmajaya, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah. Alumnus Program Studi Sosiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu meninggal dunia saat mengikuti program tersebut, padahal keluarga menyebut Olak, sapaan akrabnya, tidak memiliki riwayat penyakit.

"Kami benar-benar tidak menyangka. Setahu kami, Nola tidak pernah memiliki riwayat penyakit. Awalnya kami pikir dia hanya kelelahan dan pingsan, tetapi saat sampai di rumah sakit, kami justru mendapat kabar bahwa dia sudah tidak ada," ujar kakak sepupu almarhumah, Nila Cempaka Sari, Minggu (28/6).

Keluarga Mengira Hanya Kelelahan

Advertisement

Keluarga mengaku sempat menerima informasi bahwa Nola, pingsan saat menjalani latihan. Mengingat aktivitas fisik yang dijalani para peserta cukup berat, mereka menduga kondisi tersebut hanya disebabkan kelelahan.

Namun, harapan itu pupus ketika keluarga tiba di rumah sakit. Anak kedua dari tiga bersaudara itu dinyatakan telah meninggal dunia.

Bagi keluarga, kepergian putri pasangan Engko Rohedi dan Petrisina  yang dikenal pendiam dan tertutup tersebut sulit dipercaya.

Advertisement

Apalagi selama ini, Nola jarang mengeluhkan kondisi kesehatan maupun menceritakan kesulitan yang dihadapinya.

"Awalnya kami pikir hanya kelelahan biasa. Kami tidak pernah membayangkan kejadiannya akan seperti ini," kata Nila.

Berangkat Mengabdi, Menjadi Perjalanan Terakhir

Nola berangkat mengikuti program nasional dengan semangat untuk mengabdi dan berkontribusi bagi masyarakat. Namun, langkahnya meninggalkan rumah ternyata menjadi perjalanan terakhirnya.

Di rumah duka, kesedihan masih menyelimuti keluarga. Kepergian mendadak perempuan muda itu menyisakan kehilangan mendalam bagi orang tua, saudara, dan kerabat yang mengenalnya sebagai pribadi tenang dan sederhana.

Bagi keluarga, Nola bukan hanya sosok yang cerdas, tetapi juga pribadi yang tenang dan tidak banyak bicara. Menurut kakak sepupunya, Nila Cempaka Sari, almarhumah dikenal pendiam dan tertutup.

Advertisement

Artikel Terkait

Telepon Pertama: Nola Pingsan, Kabar Berikutnya Membuat Keluarga Terpukul

Telepon Pertama: Nola Pingsan, Kabar Berikutnya Membuat Keluarga Terpukul

Telepon pertama mengabarkan Nola pingsan. Saat keluarga tiba, peserta SPPI asal Singkawang itu telah meninggal dunia.

Peringati Hari Santri 2026, Wawako Singkawang Ajak Santri Lanjutkan Perjuangan Para Ulama

Peringati Hari Santri 2026, Wawako Singkawang Ajak Santri Lanjutkan Perjuangan Para Ulama

Peringati Hari Santri 2026, Wawako Singkawang Muhammadin ajak santri teladani ulama dan kuasai ilmu pengetahuan.

Cegah Kriminalitas dan Penimbunan BBM Bersubsidi, Polres Singkawang Intensifkan Patroli di SPBU

Cegah Kriminalitas dan Penimbunan BBM Bersubsidi, Polres Singkawang Intensifkan Patroli di SPBU

Polres Singkawang tingkatkan patroli rutin di area SPBU guna cegah kriminalitas dan penyalahgunaan BBM bersubsidi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer