Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Ancaman Karhutla, Singkawang Siapkan 19 Mesin Pompa dan 114 Personel

H
Penulis: Hari Kurniathama❯
Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (24/8) malam.
Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (24/8) malam.

Advertisement

PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan sejumlah unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Tahap II Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah Penanganan Karhutla di Kota Singkawang yang digelar di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (24/8/2026) malam.

Rapat yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB itu dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Irvan Juniar, Sekda Kota Singkawang Dwi Yanti, Kepala Pelaksana BPBD Kota Singkawang Priyana, jajaran perangkat daerah, camat, kapolsek, danramil, lurah, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan draf Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Karhutla, Surat Tugas Bersama Camat, Polsek dan Koramil, serta kesiapan metode kerja, standar operasional prosedur (SOP), personel, dan peralatan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan terukur agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan berdampak kepada masyarakat.

Advertisement

Rapat juga membahas pembentukan Pos Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Karhutla Kota Singkawang Tahun 2026. Posko tersebut akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan, tenaga kesehatan, hingga MPA.

Di tingkat kecamatan, koordinasi melibatkan camat, kapolsek, danramil, serta kepala puskesmas. Sementara di tingkat kelurahan melibatkan lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, MPA, dan Linmas.

Kesiapan personel dan peralatan juga menjadi perhatian dalam rapat. Di Kecamatan Singkawang Selatan tersedia sembilan unit mesin pompa dengan dukungan 52 personel dari BPBD, Manggala Agni, MPA, Polsek, Polres, dan Koramil.

Sementara itu, Kecamatan Singkawang Utara memiliki 10 unit mesin pompa dengan kekuatan 62 personel. Seluruh unsur juga diarahkan melaksanakan patroli terpadu, reaksi cepat, pemadaman, pelokalisiran, pendinginan, pengamanan area, hingga pelaporan secara berjenjang.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI-Polri dan seluruh unsur penanggulangan bencana memperkuat upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga pencegahan, edukasi kepada masyarakat, kesiapsiagaan, dan penegakan hukum.*

Advertisement

Artikel Terkait

Asap Karhutla: Siswa Singkawang Diminta Pakai Masker, Sekolah Tetap Tatap Muka

Asap Karhutla: Siswa Singkawang Diminta Pakai Masker, Sekolah Tetap Tatap Muka

Siswa di Singkawang diminta memakai masker di luar ruangan karena kualitas udara terdampak asap karhutla.

Cegah Karhutla, Polres Singkawang Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Cegah Karhutla, Polres Singkawang Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan dan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Polres Singkawang mengimbau warga mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan, membuang puntung rokok, dan segera melapor.

Karhutla Picu Kabut Asap, Dinas Pendidikan Singkawang Imbau Siswa dan Guru Pakai Masker Saat Sekolah

Karhutla Picu Kabut Asap, Dinas Pendidikan Singkawang Imbau Siswa dan Guru Pakai Masker Saat Sekolah

Kualitas udara Singkawang menurun akibat kabut asap karhutla. Dinas Pendidikan imbau siswa dan guru memperketat penggunaan masker.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer