PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang menegaskan komitmen membangun tata kelola yang lebih adaptif dan berbasis pengetahuan.
Komitmen ini ditunjukkan melalui kegiatan Diseminasi Riset dan Inovasi Daerah 2025 yang digelar Bappeda di Ballroom Hotel Mahkota, baru-baru ini.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Evan Ernanda, mewakili Wali Kota Singkawang dalam kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah menjadi organisasi pembelajar yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Riset dan inovasi adalah kunci bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, logis, dan berbasis bukti,” ujar Evan.
Menurutnya, riset membantu pemerintah memahami akar persoalan daerah serta merumuskan solusi yang efektif.
Namun budaya riset di Singkawang dinilai masih perlu diperkuat sehingga memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
“Melalui ruang diseminasi ini, kita ingin memperkuat komitmen bekerja lebih berbasis data, lebih inovatif, dan lebih kolaboratif,” katanya.
Ia berharap hasil kajian yang dipaparkan dapat dipelajari dan dimanfaatkan perangkat daerah serta masyarakat.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Singkawang, Lidya Yunanda, menjelaskan tujuan kegiatan ini.
Menurutnya, forum ini mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi, membangun pola pikir inovatif, dan meningkatkan koordinasi antarperangkat daerah.
Forum tersebut juga menjadi ruang pemaparan hasil riset dan inovasi daerah tahun 2025.
Pemerintah turut memberikan apresiasi kepada inovator melalui fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Lidya menyebut Bappeda telah menyelesaikan tiga dokumen penting pada 2025. Dokumen itu meliputi RIPJ-PID 2025–2029, RAD-PG BPSDL 2025–2029, dan Strategi Sanitasi Kota Singkawang 2029–2030.
Ia menambahkan bahwa Singkawang menghadirkan Singkawang Innovation Awards (SINAR) sebagai penyempurna ajang inovasi sebelumnya. Melalui SINAR, inovator difasilitasi tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dalam pengurusan HKI.
“Yang kami dorong pada akhirnya adalah komitmen satu perangkat daerah satu inovasi. Kita harus terus melahirkan inovasi bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. (har)
Editor : Hanif