PONTIANAK POST – Sebanyak 900 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang. Kesiagaan ini dipastikan melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Liong Kapuas 2026 yang dilaksanakan di halaman Mapolres Singkawang.
Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, menyatakan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan langkah antisipasi terhadap lonjakan wisatawan dan peningkatan mobilitas warga. Pengamanan tahun ini menjadi perhatian khusus lantaran puncak perayaan Cap Go Meh bertepatan dengan awal bulan suci Ramadan.
“Perayaan Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan awal Ramadan. Kondisi ini menuntut kesiapan matang seluruh aparat keamanan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Dody saat memimpin apel tersebut.
Operasi Liong Kapuas 2026 dijadwalkan berlangsung selama 17 hari, terhitung mulai 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Dari total 900 personel yang terlibat, 150 anggota berasal dari Polres Singkawang dengan dukungan BKO Polda Kalbar.
Kekuatan pengamanan juga diperkuat oleh unsur TNI, Pemerintah Kota Singkawang, Jasa Raharja, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Selain pengecekan personel, apel tersebut juga digunakan untuk memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana penunjang di lapangan.
Polres Singkawang telah memetakan sejumlah titik fokus pengamanan, meliputi lokasi kegiatan budaya, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek vital, dan jalur lalu lintas utama. Petugas akan dikerahkan untuk melakukan patroli rutin guna memastikan ketertiban publik.
Dody menekankan bahwa jajarannya akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di lapangan. Hal ini bertujuan agar masyarakat maupun wisatawan dapat merayakan momentum budaya ini dengan aman dan nyaman.
“Kami sudah menyiapkan pola pengamanan khusus, termasuk pengaturan lalu lintas di titik rawan kepadatan, guna memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan kondusif,” pungkasnya. (har)
Editor : Miftahul Khair