PONTIANAK POST — Dentuman gendang pembuka Cap Go Meh menggema di pusat Kota Singkawang, disambut lautan manusia yang memadati ruas-ruas jalan.
Di balik kemeriahan budaya, denyut ekonomi Kalimantan Barat ikut bergetar—hotel penuh, kuliner laris, dan UMKM kebanjiran pembeli.
Pembukaan Cap Go Meh dilakukan secara simbolis melalui pemukulan gendang oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto bersama sejumlah menteri, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta tamu kehormatan lainnya.
Riuh Cap Go Meh di Singkawang bukan hanya menandai puncak perayaan budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi denyut nadi ekonomi daerah.
Ribuan warga dan wisatawan memadati kota itu pada Selasa (3/3), menghidupkan sektor pariwisata sekaligus mendongkrak pendapatan pelaku usaha lokal.
Gubernur Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus mendukung Cap Go Meh sebagai agenda budaya unggulan.
Ia menyebut perayaan ini telah tumbuh menjadi ikon wisata Kalbar sekaligus warisan budaya takbenda yang diakui secara nasional.
Menurutnya, Cap Go Meh tidak semata merepresentasikan tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di Kalimantan Barat.
Kehadiran perwakilan pemerintah pusat, termasuk unsur Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, menunjukkan besarnya perhatian negara terhadap perayaan budaya tersebut.
Dampak ekonomi pun terasa nyata. Lonjakan kunjungan wisatawan membawa berkah bagi sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM.
Tingkat hunian hotel meningkat signifikan, pusat jajanan dipadati pengunjung, dan berbagai produk lokal laris terjual sepanjang rangkaian acara.
Sebagai kota yang dikenal lewat atraksi tatung dan seni tradisionalnya, Singkawang kian mengukuhkan posisi sebagai destinasi wisata budaya berskala nasional hingga internasional.
Pemerintah Provinsi Kalbar berharap Cap Go Meh terus dikelola secara profesional agar mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memberi kontribusi berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat. (mdy)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro