Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mudik Lebaran, Bandara Singkawang Terpantau Masih Sepi

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 15 Maret 2026 | 22:20 WIB

BANDARA SINGKAWANG: Penampakan terminal Bandara Singkawang di lokasi Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang.
BANDARA SINGKAWANG: Penampakan terminal Bandara Singkawang di lokasi Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang.

PONTIANAK POST – Aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang menjelang Idulfitri terpantau masih normal. Tidak terlihat lonjakan penumpang seperti yang biasanya terjadi pada momentum hari besar lainnya di kota tersebut.

Pantauan di bandara menunjukkan arus lalu lintas penerbangan menuju dan dari Singkawang berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Faktor cuaca yang kadang berubah dari hujan ke panas juga tidak terlalu memengaruhi aktivitas penerbangan.

Jika dibandingkan dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, pergerakan penumpang saat mudik Lebaran cenderung lebih rendah. Warga Singkawang umumnya memilih jalur darat untuk pulang ke kampung halaman karena pilihan rute penerbangan dari bandara tersebut masih terbatas.

Saat ini, Bandara Singkawang hanya melayani satu rute penerbangan utama, yakni Singkawang–Jakarta dan sebaliknya.

Salah seorang sopir transportasi bandara, Indra, mengatakan jumlah penumpang yang datang ke Bandara Singkawang menjelang Lebaran masih relatif biasa.

“Kalau ada lonjakan penumpang, tidak juga. Masih biasa saja. Kadang kami hanya dapat tiga sampai empat penumpang yang hendak ke Singkawang atau sekitarnya,” ujarnya.

Meski begitu, sebagian penumpang yang tiba di bandara tetap melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Sambas.

Di sisi lain, sejak mulai beroperasi pada November 2024, Bandara Singkawang menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dari sisi jumlah penumpang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Singkawang, Yanuar Lestariadi, mengatakan data pergerakan penumpang yang bersumber dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Tebelian Sintang menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.

Pada bulan pertama operasional, jumlah penumpang yang datang tercatat 397 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 406 orang. Namun, dalam beberapa bulan berikutnya angka tersebut meningkat tajam hingga menembus ribuan penumpang.

“Memasuki pertengahan 2025, laju pertumbuhan semakin tinggi. Pada Juni 2025 jumlah penumpang datang mencapai 6.748 orang dan penumpang berangkat 7.366 orang,” ungkapnya.

Tren peningkatan itu terus berlanjut hingga akhir tahun. Pada Desember 2025, pergerakan penumpang mencapai titik tertinggi dengan 8.851 penumpang datang dan 8.057 penumpang berangkat.

“Dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak operasional, jumlah penumpang meningkat lebih dari 20 kali lipat dibandingkan awal pembukaan. Ini menunjukkan transformasi mobilitas masyarakat yang cukup signifikan,” jelasnya.

Melihat tren tersebut, peluang penambahan rute maupun maskapai penerbangan dinilai cukup terbuka. Saat ini Bandara Singkawang masih melayani satu rute domestik dengan dua maskapai penerbangan.

Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat dan rata-rata mencapai ribuan orang setiap bulan, potensi penambahan frekuensi penerbangan pada rute Singkawang–Jakarta dinilai cukup rasional secara bisnis. (har)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro