PONTIANAK POST - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Singkawang dan Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan mencukupi. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan serta antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM ke SPBU di wilayah tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa ketersediaan BBM tetap terjaga.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait isu ketersediaan BBM. Namun demikian, kami pastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Singkawang dan Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan distribusi terus berlangsung setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan,” ujar Edi.
Ia menambahkan, Pertamina telah mengantisipasi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri dengan menambah pengiriman BBM ke sejumlah SPBU.
“Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga telah meningkatkan pengiriman BBM ke sejumlah SPBU di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Singkawang, guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya, Rabu (18/3/2026).
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memastikan distribusi BBM di wilayahnya berjalan normal tanpa pengurangan kuota. Ia menilai antrean yang terjadi dipicu oleh panic buying di masyarakat.
“Antrean terjadi karena adanya panic buying di masyarakat. Kami pastikan tidak ada pengurangan kuota BBM di Kota Singkawang. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian menggunakan jeriken maupun menimbun BBM di rumah. Apabila ditemukan praktik penimbunan atau pihak yang memprovokasi masyarakat untuk melakukan pembelian berlebihan, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga akan memperketat pengawasan. Bahkan, opsi pengaturan operasional SPBU dan pembatasan pembelian BBM disiapkan jika kondisi panic buying tidak mereda.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, realisasi penyaluran BBM di Kalimantan Barat sepanjang Maret 2026 meningkat dibandingkan kondisi normal. Penyaluran Biosolar mencapai 107 persen, Dexlite 127 persen, Pertalite 114 persen, dan Pertamax 134 persen dari rata-rata harian.
Pertamina terus melakukan pemantauan intensif terhadap distribusi BBM di lapangan serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah potensi penyimpangan. Perusahaan menegaskan akan menindak tegas praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM oleh pihak mana pun.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap tertib dan merata. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro