Mahasiswa Kesehatan di Sintang Diminta Jadi Garda Pencegahan IMS, Ini Peran yang Diharapkan

PONTIANAK POST - Upaya mencegah infeksi menular seksual (IMS) di Kabupaten Sintang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga medis. Mahasiswa bidang kesehatan juga diharapkan mengambil peran melalui pengetahuan, perilaku hidup sehat, serta edukasi kepada lingkungan sekitar.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Helmi mengatakan, mahasiswa kesehatan memiliki posisi strategis untuk ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit, termasuk IMS. Pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan, menurutnya, harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Infeksi menular seksual bukan persoalan yang boleh dianggap ringan. Pencegahannya membutuhkan pengetahuan yang benar, perilaku yang bertanggung jawab, keberanian menjaga diri, serta kepedulian terhadap orang lain,” ujar Helmi, Senin (31/8).
Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan dengan tanggung jawab yang lebih besar. Berbagai keputusan yang sebelumnya banyak diarahkan orang tua maupun guru, mulai harus dipertimbangkan dan ditentukan secara mandiri.
Karena itu, Helmi meminta mahasiswa mampu mempertimbangkan dampak setiap pilihan, khususnya dalam pergaulan. Menurutnya, lingkungan pertemanan yang semakin luas juga menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan sikap bijak.
“Jangan biarkan rasa ingin tahu mengalahkan akal sehat. Jangan biarkan tekanan pergaulan menentukan masa depan kalian,” tuturnya.
Helmi juga berharap mahasiswa Stikara tidak sekadar mengejar gelar akademik. Mereka perlu membangun karakter dan menjadi contoh perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
Ia menyebut tenaga kesehatan memiliki tugas yang lebih luas daripada mengobati pasien. Edukasi dan pencegahan penyakit menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan.



