Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Sintang Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Daerah

R
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi pelaksanaan Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi pelaksanaan Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya.

Advertisement

PONTIANAK POST - Pelestarian budaya daerah tidak cukup hanya dengan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga memastikan pengetahuan dan tradisi tetap hidup di tengah generasi muda. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan, warisan budaya merupakan identitas masyarakat yang harus diteruskan kepada anak cucu, mulai dari pakaian adat, kuliner, seni tari, seni anyaman, hingga bentuk rumah tradisional.

Pesan tersebut disampaikan Bala saat penutupan Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya, Jum'at (16/10) sore. Ia mengapresiasi pelaksanaan pameran yang berlangsung lancar dan sukses sebagai salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi acara ini karena menyadari bahwa budaya bukan hanya warisan nenek moyang, tetapi juga titipan untuk anak cucu kita,” ujar Bala.

Bala menyatakan, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat mewariskan pengetahuan dan kebiasaan kepada generasi berikutnya. 

"Tanpa proses tersebut, berbagai tradisi yang menjadi ciri khas daerah berisiko terlupakan seiring perubahan zaman," ungkapnya.

Advertisement

Bala menjelaskan, identitas suatu masyarakat dapat dikenali melalui beragam unsur kebudayaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Pakaian adat, model senjata tradisional, arsitektur rumah, hingga makanan khas menyimpan nilai sejarah yang membedakan satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya.

“Budaya yang kita miliki tidak boleh berakhir pada generasi kita saat ini, tetapi harus ditransfer kepada generasi berikutnya," tuturnya.

Ia mencontohkan, bentuk tajak yang digunakan masyarakat dapat menunjukkan identitas Melayu dari wilayah tertentu. Begitu pula rumah tradisional dan kuliner daerah yang memiliki karakteristik tersendiri serta menyimpan kenangan lintas generasi.

Bagi masyarakat yang tumbuh bersama tradisi lama, makanan khas buatan orang tua juga menjadi bagian dari pengalaman budaya yang membekas. Karena itu, pelestarian tidak hanya berkaitan dengan benda bersejarah, tetapi juga resep, cara pengolahan makanan, dan kebiasaan yang diwariskan dalam keluarga.

Bala menilai media sosial dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengenalan budaya lokal. Masyarakat dapat membagikan dokumentasi kesenian, proses pembuatan anyaman, resep makanan tradisional, serta praktik budaya lainnya agar mudah dipelajari generasi muda.

Advertisement

Artikel Terkait

Sintang Kejar Realisasi Anggaran 95 Persen, Pencairan Ditutup 15 Desember 2026

Sintang Kejar Realisasi Anggaran 95 Persen, Pencairan Ditutup 15 Desember 2026

Pemkab Sintang, realisasi anggaran 2026, APBD Sintang, penyerapan anggaran, dana desa Sintang

Bupati Sintang Ingatkan Kontingen Pesparani II Kalbar Jaga Sikap, Prestasi Bukan Segalanya

Bupati Sintang Ingatkan Kontingen Pesparani II Kalbar Jaga Sikap, Prestasi Bukan Segalanya

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala berpesan kepada kontingen Pesparani II Kalbar agar menjaga nama baik daerah dan tetap sportif.

57 Orang Wakili Sintang di Pesparani II Kalbar, Dua Kategori Lomba Dibiayai APBD Daerah

57 Orang Wakili Sintang di Pesparani II Kalbar, Dua Kategori Lomba Dibiayai APBD Daerah

Sebanyak 57 orang mewakili Sintang di Pesparani II Kalbar. Kontingen mengikuti dua kategori lomba dengan dukungan dana APBD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer