Jarot Resmikan Ponpes Baitul Qur'an
SINTANG – Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Qur'an merupakan kesempatan untuk menyiapkan santri-santri yang nantinya bisa mewakili kontingen Kabupaten Sintang ke MTQ Provinsi Kalbar yang nanti akan di gelar di Sintang, November 2021 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sintang Jarot Winarno saat meresmikan Pondok Pesantren Baitul Qur'an, di Dusun Nenak Tembulan, Desa Mertiguna, Kecamatan Sintang, Miinggu (25/1).
"Saat ini LPTQ Kabupaten Sintang sudah bekerja sama dengan sejumlah ponpes untuk menyiapkan santri-santri yang nantinya akan mewakili Kabupaten Sintang di MTQ Provinsi. Bahkan sampai tingkat nasional," ungkap Jarot.
Peresmian ponpes tersebut ditandai dengan pemecahan kendi oleh Bupati. Bupati sendiri menyambut baik adanya Pondok Pesantren Baitul Qur'an ini. Mengingat pemerintah daerah, diungkapkan dia, memiliki tujuan ingin terus meningkatkan religiusitas umat beragama melalui kegiatan-kegiatan yang mengajarkan agama secara terus menerus bagi umat.
"Gairah umat Islam untuk membangun sarana ibadah, pondok, masjid, dan sarana kegiatan agama lainnya luar biasa, sehingga kita patut bergembira dan kita dukunglah," ucapnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Qur'an, Ustadz Ghufron mengatakan, niat membuka ponpes ini ialah untuk melayani mereka yang ingin belajar dan mendalami agama Islam yang bersifat pesantren. Ponpes yang dia kelola ini berkonsep petuah (Pesentaren Sabtu-Ahad), di mana para santri itu datang pada Sabtu pagi dan pulang pada Minggu pukul 10.00 WIB.
"Kita itu awalnya santri datang bakda zuhur Hari Sabtu. Namun karena mereka yang ingin belajar agama minat cukup tinggi, jadi mereka datangnya Sabtu pagi, dan pulang minggu pukul 10.00 WIB. Kalau sekarang sore Jumat juga sudah ada yang datang santrinya," terang Ghufron.
"Jadi di sini orang-orang yang ingin belajar agama, tetapi tidak sempat lagi mondok full, karena sudah ada kegiatan misalnya sekolah mengambil jurusan yang tidak ada di pesantren, sehingga kami namakan Ponpes ini Baitul Qur'an," tambah Ghufron.
Saat ini, ungkap Ghufron, konsentrasi materi pelajaran santrinya difokuskan pada Alquran dahulu. Rencana ke depannya, mereka juga akan mengajarkan kitab kuning untuk para santrinya. (ris) Editor : Administrator