PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sintang mengambil langkah berani dalam perang melawan tuberkulosis (TBC). Melalui peluncuran Program Desa Sehat Siaga TBC 2025, pemerintah daerah mengajak masyarakat desa menjadi ujung tombak dalam pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan bagi penderita penyakit menular tersebut.
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menegaskan bahwa upaya menekan penyebaran TBC tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga.
“Program ini bukti komitmen kita menekan penyebaran TBC lebih cepat. Keberhasilannya bergantung pada sinergi semua pihak, bukan hanya petugas kesehatan, tapi juga perangkat desa dan masyarakat,” ujar Bala, Rabu (12/11).
Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap penyakit menular. Melalui inisiatif Desa Sehat Siaga TBC, diharapkan tumbuh gerakan kolektif yang mampu menekan kasus baru dan mempercepat kesembuhan penderita. “Kalau program ini berjalan, banyak nyawa bisa diselamatkan. Yang sakit bisa sembuh, dan yang sembuh bisa kembali sehat,” ujarnya.
Bala menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas untuk mengubah perilaku hidup masyarakat agar lebih sadar kesehatan. Ia juga mendorong kolaborasi lintas instansi dan tokoh masyarakat guna menciptakan desa yang tangguh menghadapi ancaman TBC.
Peluncuran program ini diwarnai dengan deklarasi Desa Sehat Siaga TBC, penyerahan penghargaan bagi kecamatan dengan pengelolaan terbaik, serta penandatanganan komitmen bersama seluruh peserta. “Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur kemampuan daerah dalam menuntaskan masalah kesehatan berbasis desa. Melalui gerakan ini, kita ingin membangun desa yang sehat dan siaga, tempat masyarakat saling mendukung untuk hidup bebas dari TBC,” tutup Bala. (nda)
Editor : Hanif