PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mulai memanfaatkan biskuit Bischo sebagai satu diantara upaya pencegahan stunting pada balita. Sebanyak 16 balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpuri menerima biskuit Bischo yang mengandung nutrisi pendukung tumbuh kembang anak. Program ini dipantau langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus yang juga menjabat sebagai Duta Stunting Kabupaten Sintang.
Kartiyus menegaskan bahwa stunting tidak boleh dinilai secara terburu-buru sebelum anak berusia dua tahun. Menurutnya, pengukuran tinggi badan dan penilaian stunting baru bisa dilakukan secara tepat setelah usia tersebut.
“Stunting itu bukan penyakit, sehingga tidak ada obatnya. Yang bisa dilakukan adalah pencegahan melalui pemenuhan gizi sejak ibu hamil hingga anak berusia dua tahun,” ujar Kartiyus.
Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak anak. Oleh karena itu, intervensi gizi harus dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. “Bischo ini bermanfaat untuk membantu perkembangan otak bayi. Kalau soal tinggi badan, itu bisa dikejar dengan pemenuhan gizi yang cukup,” kata Kartiyus.
Menurut Kartiyus, 16 Balita yang menerima biskuit Bischo akan menjadi contoh penerapan intervensi gizi di Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah, lanjutnya, berencana menyiapkan anggaran untuk pengadaan biskuit Bischo secara lebih luas agar dapat didistribusikan ke seluruh Puskesmas.
“Kita ingin Bischo ini bisa dimanfaatkan secara massal sebagai bagian dari pencegahan stunting,” tuturnya.
Bischo sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan Provinsi Kalimantan Barat, dengan laboratorium pengembangannya berada di Kabupaten Sintang. Hal ini menjadi nilai tambah karena bahan dan proses pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Selain biskuit, pemerintah daerah juga menyiapkan inovasi pangan bergizi lainnya.
“Ke depan kita akan mengembangkan produk jeli yang mengandung omega 3 dan nutrisi penting lainnya agar mudah dikonsumsi dan disukai bayi,” jelas Kartiyus.
Sebagai bagian dari evaluasi, 16 Balita penerima biskuit Bischo akan dipantau selama 90 hari ke depan. Hasil pemantauan tersebut diharapkan dapat menunjukkan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
“Kita ingin melihat hasilnya secara nyata, dan semoga memberikan dampak yang baik,” tutupnya. (nda)
Editor : Hanif