Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gempa Tektonik M4,8 Guncang Sintang, Begini Penjelasan Lengkap BMKG

Miftahul Khair • Jumat, 23 Januari 2026 | 16:22 WIB
Episenter Gempa yang mengguncang Kabupaten Sintang dan sekitarnya pada Jumat (23/1).
Episenter Gempa yang mengguncang Kabupaten Sintang dan sekitarnya pada Jumat (23/1).

PONTIANAK POST - Wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, diguncang gempa bumi tektonik pada Jumat (23/1) sekitar pukul 14.27.56 WIB.

Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,8.

Dalam akun instagram resminya, BMKG Kalbar menjelaskan, episenter gempa berada pada koordinat 0,10° Lintang Utara dan 111,78° Bujur Timur, atau tepatnya di darat pada jarak sekitar 89 kilometer timur Sekadau, Kalimantan Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Adang.

Berdasarkan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Sekadau, Sintang, dan Melawi.

Intensitas guncangan dirasakan pada skala III–IV MMI, di mana getaran dirasakan cukup kuat oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, serta terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. Selain itu, berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 15.15 WIB, belum terdeteksi adanya gempa bumi susulan (aftershock).

"BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sekadau dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat gempa," tulis BMKG.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke dalam rumah, guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan keselamatan.

"BMKG menegaskan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi terkait gempa bumi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi," tutp BMKG. (*)

Editor : Miftahul Khair
#sintang #melawi #bmkg #sekadau #gempa #Sesar Adang