PONTIANAK POST - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau pada beberapa hari terakhir. PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengatakan, mereka terpaksa melakukan penyesuaian operasional distribusi BBM di sejumlah lembaga penyalur di sana, menyusul kondisi pendangkalan alur sungai yang disebabkan oleh penurunan tinggi muka air. Hal ini berdampak pada kelancaran pengiriman BBM dari titik suplai menuju SPBU Reguler, SPBU Non Reguler, dan Pertashop.
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa penurunan ketinggian air Sungai Melawi yang tercatat sekitar 2,7 meter pagi ini, menyebabkan penurunan sekitar 30 sentimeter dari pengukuran sebelumnya. “Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM tidak dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” ujar Edi.
Akibat penurunan ketinggian air ini, pengiriman BBM melalui jalur sungai menjadi terhambat, sehingga Pertamina melakukan penyesuaian pola suplai, dengan pengalihan distribusi dari IT Pontianak dan FT Sintang. Hal ini mengharuskan perjalanan distribusi menjadi lebih panjang, baik dari segi jarak maupun waktu tempuh. Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga mengatur ritase mobil tangki agar proses penyaluran tetap optimal.
Wilayah yang terdampak penyesuaian distribusi ini meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau. Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan ulang jadwal pengiriman, mempercepat suplai dari titik terdekat yang tersedia, serta mengoptimalkan armada distribusi untuk meminimalisir dampak terhadap kelancaran layanan.
Selain itu, Pertamina tengah mengkaji alternatif untuk skema bongkar muat baru di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Alternatif ini menggunakan metode unloading langsung dari kapal ke mobil tangki dengan desain skid meter. “Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE),” kata Edi. “Kami berharap langkah ini dapat memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang.”
Di sisi lain, Pertamina terus melakukan monitoring intensif terhadap penyaluran BBM, khususnya di lembaga penyalur yang ada di wilayah strategis dan jalur utama, untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dengan lancar.
Pertamina sendiri, kata dia, terus berusaha untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah kendala ini. Caranya dengan koordinasi yang intens bersama para pemangku kepentingan dan optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia. Di akhir, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh BBM di lembaga penyalur resmi dan melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan atau praktik merugikan dalam penyaluran BBM. (ars)
Editor : Hanif