PONTIANAK POST - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Sintang dipicu oleh terganggunya jalur distribusi sungai akibat rendahnya debit air Sungai Kapuas. Kondisi ini membuat pasokan ke depot setempat tersendat dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Kepala Depot Pertamina Patra Niaga Sintang, Rizky Firmansyah, menjelaskan sejak Januari hingga pertengahan Februari curah hujan rendah menyebabkan ketinggian air sungai hanya sekitar 2,1 meter. Padahal kapal penarik pengangkut BBM membutuhkan kedalaman minimal 4 meter untuk bisa beroperasi normal.
“Akibat pendangkalan, tiga kapal pengangkut berkapasitas 4.500 kiloliter tertahan di Sanggau dan belum bisa melanjutkan perjalanan ke terminal Sintang. Stok yang ada saat ini bersifat darurat,” ujar Rizky di Sintang pada Jumat (13/2).
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina mengalihkan pengambilan pasokan melalui jalur darat dari Pontianak dengan operasional terminal selama 24 jam. Armada mobil tangki dioptimalkan untuk menjaga distribusi ke SPBU. Pertamina juga mengkaji kemungkinan pembongkaran darurat di Sanggau guna memotong jarak tempuh.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan tetap ada, meski ada keterlambatan karena jarak distribusi lebih jauh,” kata Rizky. Ia menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk memantau kondisi cuaca.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meminta Pertamina mempercepat langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak berulang. Ia menilai persoalan pendangkalan sungai bukan hal baru sehingga strategi distribusi alternatif harus disiapkan lebih awal.
“Musim kering seperti ini terjadi setiap tahun. Seharusnya ada langkah antisipasi sehingga pasokan BBM tidak terganggu,” tegas Bala.
Menurutnya, antrean panjang hingga berjam-jam berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah, kata Bala, siap mendukung persyaratan yang diperlukan untuk memperlancar distribusi, termasuk percepatan penyediaan titik suplai alternatif di wilayah hulu.
"Saya berharap koordinasi lintas pihak dapat segera menghasilkan solusi agar pasokan kembali stabil," tukasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair