PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang menyiapkan rencana pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) baru di wilayah Jerora Satu sebagai respons atas persoalan penumpukan sampah di tepi jalan.
Langkah ini diarahkan untuk memperbaiki tata kelola persampahan sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik di kawasan tersebut.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengatakan kebutuhan TPS tambahan muncul setelah pemerintah menemukan dua titik pembuangan sampah liar yang berada di pinggir jalan utama Jerora Satu.
Menurutnya, kondisi itu tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan lalu lintas dan kesehatan masyarakat.
“Di arah Jerora Satu ada dua lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat yang posisinya di pinggir jalan dan itu mengganggu pemandangan. Karena itu perlu TPS yang tertata,” ujar Ronny, Minggu (15/2).
Ia menjelaskan, saat ini Kota Sintang telah memiliki 14 TPS yang ditetapkan melalui Dinas Lingkungan Hidup. Namun, sebaran fasilitas tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di Jerora Satu. Pemerintah pun mendorong pencarian lokasi baru yang lebih representatif.
“Kita carikan lokasi yang tidak persis di tepi jalan, agak masuk sedikit, tetapi tetap mudah dijangkau. Setelah itu dilakukan sosialisasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan,” kata Ronny.
Koordinasi lintas wilayah juga akan dilakukan untuk memastikan penentuan lokasi berjalan efektif. Pemerintah desa dan kecamatan diminta terlibat dalam proses identifikasi lahan agar TPS baru dapat segera difinalisasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Ronny menegaskan penataan titik pembuangan sampah merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan kota. “Saya tidak ingin lokasi pembuangan sampah mengganggu keindahan maupun arus lalu lintas. Setelah TPS baru tersedia, masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas tersebut,” ucapnya.
Rencana pembangunan TPS ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.
"Dengan fasilitas yang lebih teratur kami berharap perilaku buang sampah sembarangan dapat ditekan dan kualitas lingkungan permukiman tetap terjaga," pungkasnya. (nda)
Editor : Miftahul Khair