PONTIAANAK POST - Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Sintang memberikan subsidi pada sejumlah kebutuhan pokok dalam operasi pasar di Pasar Masuka guna membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional dan Ramadhan 1447 H.
Menurut Bala, pemerintah daerah menyiapkan paket Sembako yang telah disubsidi sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Ia menjelaskan, satu paket berisi beras kemasan 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.
“Diskon ini mungkin kecil dan tidak sesuai harapan masyarakat. Tetapi itulah yang bisa kami lakukan untuk sedikit meringankan beban warga,” ujar Bala.
Ia merinci, harga normal paket tersebut di pasaran berkisar Rp122.000. Namun melalui subsidi pemerintah daerah, paket itu dapat ditebus seharga Rp90.000.
Baca Juga: Pemkab Landak Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga
“Kalau harga pasar sekitar Rp122.000, tetapi dengan adanya subsidi dari Pemkab Sintang maka bisa dijual menjadi Rp90.000. Jadi diskonnya atau subsidinya mencapai Rp32.000,” jelasnya.
Selain paket Sembako, pemerintah daerah juga memberikan penyesuaian harga pada komoditas lain. Telur dijual Rp55.000 per rak, sementara tabung gas elpiji 3 kilogram dilepas dengan harga Rp18.500 per tabung. Bala menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah fluktuasi pasar.
Ia mengakui kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan subsidi masih terbatas. Namun demikian, ia berharap langkah tersebut tetap memberi dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Saya minta maaf atas segala keterbatasan kami yang hanya bisa membantu sesuai dengan apa yang bisa Pemkab Sintang lakukan,” kata Bala.
Bala menambahkan, intervensi harga melalui subsidi ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi yang ada. (nda)
Editor : Hanif