iPhone Terancam Makin Mahal, Pengamat Sebut Inflasi dan Krisis Chip Sulit Dibendung

PONTIANAK POST - Kekhawatiran soal harga iPhone yang terus meningkat mulai ramai dibicarakan pengguna Apple.
Sebuah survei terbaru menunjukkan mayoritas konsumen percaya harga iPhone dalam tiga tahun ke depan akan jauh lebih mahal dibanding sekarang, meski Apple disebut masih berusaha menahan kenaikan biaya produksi.
Laporan PhoneArena melalui polling terhadap pembacanya terkait prediksi harga iPhone generasi mendatang.
Baca Juga: iPhone Ultra Makin Dekat, Bocoran Sebut HP Lipat Apple Lebih Mudah Dibongkar Pasang dari Samsung
Hasilnya, hampir 38 persen responden yakin harga iPhone akan naik signifikan dalam tiga tahun ke depan.
Selain itu, sekitar 25 persen responden memperkirakan harga iPhone akan mengalami kenaikan moderat.
Sementara hampir 20 persen lainnya menilai harga perangkat Apple hanya akan sedikit lebih mahal dibanding saat ini.
“Apple kemungkinan besar akan menyerap kenaikan biaya untuk sementara waktu,” tulis Abdullah Asim, Senior News Writer PhoneArena.
Namun ia menilai kecil kemungkinan Apple mampu mempertahankan struktur harga iPhone tetap sama dalam tiga generasi mendatang.
Menurutnya, inflasi global dan biaya produksi yang terus meningkat pada akhirnya akan memaksa perusahaan menaikkan harga jual.
Kekhawatiran tersebut juga dipicu krisis memori global yang hingga kini masih membayangi industri teknologi.



