alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

PHP2D Himasiter Untan Kembangkan Budidaya Larva di Desa Rasau Jaya II

PONTIANAK – Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Tanjungpura menggelar pembinaan di Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Tim ini diketuai oleh Ristito Widodo beranggotakan Nurwahid, Dani Susanto, Via Anggi Agustin, Novianti, Nurida Fa’ul Jannah, Irsa Sylviandari, Utin Yulia, Freselia Ria Pratiwi dan Yashinta Salsabila dibimbing oleh Yuli Arif Tribudi, S. Pt., M.P.

Ristito menjelaskan, Desa Rasau Jaya II merupakan salah satu desa yang memasok hasil pertanian khususnya sayur dan buah untuk Kalbar. Namun desa tersebut memiliki permasalahan sampah limbah pertanian dan rumah tangga yang cukup kompleks. Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat desa yang memiliki usaha ternak seperti ayam kampung dan ikan yang dibudidayakan di pinggiran sungai Kapuas. “Melalui dana hibah proposal dari Kemendikbud Ristek RI, kami memutuskan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan melalui budidaya maggot sebagai pakan ayam dan ikan nila,” ujarnya, kemarin.

Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly yang mampu mengurai sampah sisa makanan, sayuran, dan kotoran hewan. Maggot dapat digunakan sebagai pakan hewan ternak seperti ayam dan ikan. Magot juga memiliki kandungan protein yang tinggi bagi hewan ternak, dan punya nilai harga ekonomi. “Sehingga, dengan adanya pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya maggot sebagai pakan ayam dan ikan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sampah limbah pertanian dan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat Desa Rasau Jaya II,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Efisiensi dan Efektivitas Usaha, PT. Peniti Sungai Purun Beralih Menggunakan Listrik PLN

Hasil sosialisasi yang sudah dilakukan menunjukan program pemberdayaan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Hal ini diutarakan oleh Agus Supoyo selaku Kepala Desa Rasau Jaya II. “Semoga kegiatan budidaya maggot dengan pembuatan pakan pellet bagi pakan ayam dan ikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Rasau Jaya II untuk mengatasi permasalahan di desa ini,” jelas Agus Supoyo.

PHP2D adalah sebuah program yang dicetuskan oleh Kemendikbud Ristek RI, sebagai langkah untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat desa, agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Sehingga dapat mewujudkan SDGs yang ditentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan dunia. “Mahasiswa yang terlibat kegiatan ini harus bisa mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung sehingga muncul kepedulian dan prakarsa untuk membangun desa dan memberdayakan masyarakatnya,” ungkap Dosen Pembimbing PHP2D, Yuli Arif Tribudi.

Baca Juga :  Fernando Alonso Diinvestigasi, Diduga Melanggar Yellow Flag

Hasil monitoring yang dilakukan pihak Universiats Tanjungpura juga menunjukan Tim PHP2D Himasiter Untan telah mencapai 85% dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat. Capain tersebut diukur berdasarkan indikator yang telah dirancang oleh Tim PHP2D. Selain itu, hasil capaian itu juga tidak lepas dari peran kerjasama Tim PHP2D dengan masyarakat Desa Rasau Jaya II.

Tambahannya, adapun kendala saat menjalankan program ini adalah  seperti terbatasnya kondisi di masa pandemi ini, perubahan jadwal dari Tim PHP2D dan masyarakat desa.

Ristito Widodo menambahkan rangkaian kegiatan PHP2D sudah terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Adapun agenda akhir dari kegiatan PHP2D ini yaitu pelatihan pembuatan pellet pakan ayam dan ikan serta pemasaran produk yang dihasilkan.

Harapannya PHP2D Himasiter Untan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga mendukung visi Program Studi Peternakan Untan, yakni menjadi institusi pendidikan Peternakan yang unggul di Kalbar pada tahun 2024. Serta mampu berperan aktif dan menjadi lokomotif pembangunan bangsa, pusat pengembangan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat’. (ars/ser)

PONTIANAK – Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Tanjungpura menggelar pembinaan di Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Tim ini diketuai oleh Ristito Widodo beranggotakan Nurwahid, Dani Susanto, Via Anggi Agustin, Novianti, Nurida Fa’ul Jannah, Irsa Sylviandari, Utin Yulia, Freselia Ria Pratiwi dan Yashinta Salsabila dibimbing oleh Yuli Arif Tribudi, S. Pt., M.P.

Ristito menjelaskan, Desa Rasau Jaya II merupakan salah satu desa yang memasok hasil pertanian khususnya sayur dan buah untuk Kalbar. Namun desa tersebut memiliki permasalahan sampah limbah pertanian dan rumah tangga yang cukup kompleks. Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat desa yang memiliki usaha ternak seperti ayam kampung dan ikan yang dibudidayakan di pinggiran sungai Kapuas. “Melalui dana hibah proposal dari Kemendikbud Ristek RI, kami memutuskan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan melalui budidaya maggot sebagai pakan ayam dan ikan nila,” ujarnya, kemarin.

Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier Fly yang mampu mengurai sampah sisa makanan, sayuran, dan kotoran hewan. Maggot dapat digunakan sebagai pakan hewan ternak seperti ayam dan ikan. Magot juga memiliki kandungan protein yang tinggi bagi hewan ternak, dan punya nilai harga ekonomi. “Sehingga, dengan adanya pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya maggot sebagai pakan ayam dan ikan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sampah limbah pertanian dan dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat Desa Rasau Jaya II,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pertama Dalam 60 Tahun Terakhir; Banjir Bandang Porak Porandakan Desa Nekan

Hasil sosialisasi yang sudah dilakukan menunjukan program pemberdayaan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Hal ini diutarakan oleh Agus Supoyo selaku Kepala Desa Rasau Jaya II. “Semoga kegiatan budidaya maggot dengan pembuatan pakan pellet bagi pakan ayam dan ikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Rasau Jaya II untuk mengatasi permasalahan di desa ini,” jelas Agus Supoyo.

PHP2D adalah sebuah program yang dicetuskan oleh Kemendikbud Ristek RI, sebagai langkah untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa kepada masyarakat desa, agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. Sehingga dapat mewujudkan SDGs yang ditentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan dunia. “Mahasiswa yang terlibat kegiatan ini harus bisa mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung sehingga muncul kepedulian dan prakarsa untuk membangun desa dan memberdayakan masyarakatnya,” ungkap Dosen Pembimbing PHP2D, Yuli Arif Tribudi.

Baca Juga :  Fernando Alonso Diinvestigasi, Diduga Melanggar Yellow Flag

Hasil monitoring yang dilakukan pihak Universiats Tanjungpura juga menunjukan Tim PHP2D Himasiter Untan telah mencapai 85% dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat. Capain tersebut diukur berdasarkan indikator yang telah dirancang oleh Tim PHP2D. Selain itu, hasil capaian itu juga tidak lepas dari peran kerjasama Tim PHP2D dengan masyarakat Desa Rasau Jaya II.

Tambahannya, adapun kendala saat menjalankan program ini adalah  seperti terbatasnya kondisi di masa pandemi ini, perubahan jadwal dari Tim PHP2D dan masyarakat desa.

Ristito Widodo menambahkan rangkaian kegiatan PHP2D sudah terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Adapun agenda akhir dari kegiatan PHP2D ini yaitu pelatihan pembuatan pellet pakan ayam dan ikan serta pemasaran produk yang dihasilkan.

Harapannya PHP2D Himasiter Untan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga mendukung visi Program Studi Peternakan Untan, yakni menjadi institusi pendidikan Peternakan yang unggul di Kalbar pada tahun 2024. Serta mampu berperan aktif dan menjadi lokomotif pembangunan bangsa, pusat pengembangan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat’. (ars/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/