alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Raih Doktor, Stivenes Kaji Prestasi Tenaga Penjualan di Sektor Distributor

PONTIANAK – Sidang Terbuka Promosi Doktor merupakan penantian dari peserta program doktoral atau Strata III. Pada Selasa (2/8), Program Studi Doktoral Ilmu Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura melakukan promosi doktor Promovendus Stivenes Tjin Siam.

Berlangsung secara tatap muka, Stivenes berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peranan Orientasi Persaingan Organisasi Terhadap Pencapaian Prestasi Tenaga Penjual: Studi Empiris terhadap Tenaga Penjual pada Distributor di Kalimantan Barat”.

Nilai A berhasil diraihnya dalam ujian ini. Bertindak sebagai promotor dan tim penguji; Prof Dr Willy Brodus sebagai representative guru besar/penguji, Dr Barkah sebagai ketua sidang sekaligus sebagai Dekan FEB Untan, Dr Wenny Pebrianti sebagai sekretaris sidang sekaligus sebagai Sekretaris Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Untan, Prof Jamal Abdul Nasir sebagai promotor, dan Heriyadi Phd sebagai Ko-Promotor. Kemudian ada empat penguji lain; Dr Juniwarti, Dr Nur Afifah, Ramadania, Dr Ramadania, dan Dr Erna Listiana.

Stivenes tertarik melakukan penelitian ini lantaran melihatnya semakin ketatnya persaingan organisasi penjualan. “Oleh sebab itu organisasi dihadapkan untuk mampu bersaing menciptakan keunggulan dan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Tentu guna mencapai penjualan yang optimal,” ujar suami Benedicta Rita Tjandra ini.

Baca Juga :  Jejak Para Pembalak Liar

Setidaknya 200 tenaga penjualan dari perusahaan-perusahaan distributor di berbagai bidang diwawancarai dan diambil datanya. Lewat disertasi ini Stivenes ingin melihat pengaruh berbagai orientasi persaingan organisasi, kapabilitas manajer, keselarasan tim penjualan, kapababilitas pemasaran, dan jejaring pelanggan terhadap prestasi tenaga penjual.

Orang yang berkecimpung di sektor usaha distributor ini menyebut menjadi seorang doktor yang merupakan gelar pendidikan formal tertinggi bukan lah untuk pamer. Lebih dari itu, menempuh program doktoral adalah bentuk aktualisasi diri baginya agar tidak pernah berhenti belajar. Apalagi ilmu yang didapatkannya akan disalurkan kepada para mahasiswa dan lingkungan sekitarnya nanti.

Sebagai informasi Stivenes adalah Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Widya Dharma yang baru mendapatkan ijin dari LLDIKTi beberapa waktu yang lalu. Program MM ini juga pertama di Kalbar yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi swasta.

Baca Juga :  Soal Rencana Vaksinasi Covid-19, Perlu Sosialisasi Berkesinambungan

Pria 56 tahun ini berterima kasih kepada tim pengajar Prodi Doktoral Ilmu Manajemen, serta tim promotor dan penguji disertasinya. Begitu juga dengan para pelaku usaha distributor di Kalbar dan para karyawannya yang telah meluangkan waktu untuk menjadi objek penelitian. Namun terima kasih tak terhingga diberikan kepada istri dan anak-anaknya.

“Mereka telah berkorban waktu, tenaga maupun pikiran. Dan selalu memberikan motivasi serta menjadi pendoa bagi saya untuk terus menyelesaikan disertasi ini,” kata ayah tiga anak ini.

Selain untuk ilmu pengetahuan, dia berharap disertasinya bisa bermanfaat bagi para praktisi di sektor distributor. “Harapan saya berharap penelitian bisa menjadi bahan acuan bagi tenaga penjual dan perusahaan, terutama distributor dalam meningkatkan kinerja penjualannya,” kata dia. Sesuai dengan motto hidupnya; “Dunia ini penuh dengan orang-orang baik. Jika kami tidak dapat menemukannya, jadilah salah satunya”. Semoga! (ars/ser)

PONTIANAK – Sidang Terbuka Promosi Doktor merupakan penantian dari peserta program doktoral atau Strata III. Pada Selasa (2/8), Program Studi Doktoral Ilmu Manajemen – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura melakukan promosi doktor Promovendus Stivenes Tjin Siam.

Berlangsung secara tatap muka, Stivenes berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peranan Orientasi Persaingan Organisasi Terhadap Pencapaian Prestasi Tenaga Penjual: Studi Empiris terhadap Tenaga Penjual pada Distributor di Kalimantan Barat”.

Nilai A berhasil diraihnya dalam ujian ini. Bertindak sebagai promotor dan tim penguji; Prof Dr Willy Brodus sebagai representative guru besar/penguji, Dr Barkah sebagai ketua sidang sekaligus sebagai Dekan FEB Untan, Dr Wenny Pebrianti sebagai sekretaris sidang sekaligus sebagai Sekretaris Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Untan, Prof Jamal Abdul Nasir sebagai promotor, dan Heriyadi Phd sebagai Ko-Promotor. Kemudian ada empat penguji lain; Dr Juniwarti, Dr Nur Afifah, Ramadania, Dr Ramadania, dan Dr Erna Listiana.

Stivenes tertarik melakukan penelitian ini lantaran melihatnya semakin ketatnya persaingan organisasi penjualan. “Oleh sebab itu organisasi dihadapkan untuk mampu bersaing menciptakan keunggulan dan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan. Tentu guna mencapai penjualan yang optimal,” ujar suami Benedicta Rita Tjandra ini.

Baca Juga :  Kuota Masuk Untan Naik Tinggi

Setidaknya 200 tenaga penjualan dari perusahaan-perusahaan distributor di berbagai bidang diwawancarai dan diambil datanya. Lewat disertasi ini Stivenes ingin melihat pengaruh berbagai orientasi persaingan organisasi, kapabilitas manajer, keselarasan tim penjualan, kapababilitas pemasaran, dan jejaring pelanggan terhadap prestasi tenaga penjual.

Orang yang berkecimpung di sektor usaha distributor ini menyebut menjadi seorang doktor yang merupakan gelar pendidikan formal tertinggi bukan lah untuk pamer. Lebih dari itu, menempuh program doktoral adalah bentuk aktualisasi diri baginya agar tidak pernah berhenti belajar. Apalagi ilmu yang didapatkannya akan disalurkan kepada para mahasiswa dan lingkungan sekitarnya nanti.

Sebagai informasi Stivenes adalah Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Widya Dharma yang baru mendapatkan ijin dari LLDIKTi beberapa waktu yang lalu. Program MM ini juga pertama di Kalbar yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi swasta.

Baca Juga :  Untan dan DJKN Jalin Kerja Sama Pengelolaan Piutang

Pria 56 tahun ini berterima kasih kepada tim pengajar Prodi Doktoral Ilmu Manajemen, serta tim promotor dan penguji disertasinya. Begitu juga dengan para pelaku usaha distributor di Kalbar dan para karyawannya yang telah meluangkan waktu untuk menjadi objek penelitian. Namun terima kasih tak terhingga diberikan kepada istri dan anak-anaknya.

“Mereka telah berkorban waktu, tenaga maupun pikiran. Dan selalu memberikan motivasi serta menjadi pendoa bagi saya untuk terus menyelesaikan disertasi ini,” kata ayah tiga anak ini.

Selain untuk ilmu pengetahuan, dia berharap disertasinya bisa bermanfaat bagi para praktisi di sektor distributor. “Harapan saya berharap penelitian bisa menjadi bahan acuan bagi tenaga penjual dan perusahaan, terutama distributor dalam meningkatkan kinerja penjualannya,” kata dia. Sesuai dengan motto hidupnya; “Dunia ini penuh dengan orang-orang baik. Jika kami tidak dapat menemukannya, jadilah salah satunya”. Semoga! (ars/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/