alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Mahasiswa Untan Ciptakan Mobil Listrik

Manfaatkan Limbah Tandan Buah Sawit untuk Bodi Mobil

PONTIANAK – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) berhasil membuat sebuah mobil listrik hemat energi. Karya pertama perguruan tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) itu meraih juara ketiga lomba desain mobil hemat energi yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini.

Kendaran yang diberi nama Mobil Listrik Kapuas 1 itu, adalah sejarah baru bagi Untan. Sebab mobil listrik tersebut adalah yang pertama kalinya berhasil dibuat oleh mahasiswa universitas tersebut. Melibatkan sekitar 20 orang mahasiswa, pengerjaan diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan.

“Rencana pembuatan mobil listrik ini muncul sejak 2019, dan pada 2020 kita mulai pembuatan mobil,” ungkap Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik, Riris Siswanto, saat kegiatan peluncuran Mobil Listrik Kapuas 1, Senin (7/12).

Untuk spesifikasinya, dijelaskan Riris, mobil listrik ini dalam sekali jalan mampu menempuh jarak sekitar 35 kilometer dengan waktu pengecasan baterai sekitar empat jam. Mobil ini juga didesain mampu melaju dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.  Dalam pembuatannya, mobil listrik ini menghabiskan dana sekitar Rp100 juta.

Baca Juga :  Konflik di Kawasan Hutan Produksi Untan

Keunikan dari mobil ini, terletak pada bahan pembuatan bodinya. Bodi mobil listrik ini dibuat pengan memanfaatkan limbah tandan sawit. Limbah buah sawit itu diolah dan dikeraskan sedemikian rupa agar mampu membentuk desain bodi yang diinginkan.

Kerja keras tim pada akhirnya membuahkan hasil. Meski mobil listrik ini merupakan karya perdana, namun mampu bersaing dengan universitas lainnya yang lebih berpengalaman dalam desain mobil listrik hemat energi. “Dalam kontes Mobil Hemat Energi Kami jadi juara tiga dalam desain mobil hemat energi,” ungkap dia.

Pengembangan mobil listrik ini diakui Riris tidak berhenti. Dirinya dan tim telah berencana mengoptimalkan kinerja mesin agar lebih maksimal. Dirinya bahkan memasang target untuk mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi lagi, yakni lomba mobil hemat energi tingkat dunia. 

Baca Juga :  Kerja Sama RSUD dr Soedarso dan Fakultas Kedokteran Untan

Sementara itu, Rektor Untan, Garuda Wiko mengapresiasi karya mahasiswa yang mampu bersaing dalam kancah nasional. Karya berupa mobil listrik ini menurutunya adalah yang pertama bagi Untan dan merupakan suatu kebanggan. Pihaknya memastikan akan terus mendorong dan mendukung pengembangan mobil listrik tersebut.

“Kita bangga atas kerja keras dan kreativitas mereka. Minimal perguruan tinggi kita mampu mencukupkan teknologi untuk kepentingan kita, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Garuda.

Dekan Fakultas Teknik Untan, Rustamaji, menilai kolaborasi berbagai ilmu pengetahuan menjadi kunci kesuksesan mobil listrik bikinan mahasiswa ini. Setidaknya ada tiga bidang ilmu yang terlibat dalam proses pembuatan mobil hemat energi tersebut, antara lain teknik elektronika, teknik mesin, dan teknik industri.

“Kolaborasi superti ini yang kita harapkan. Karya mahasiswa ini menunjukkan eksistensi perguruan tinggi bagi Kalbar, nasional maupun internasional,” kata dia. (sti)

Manfaatkan Limbah Tandan Buah Sawit untuk Bodi Mobil

PONTIANAK – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) berhasil membuat sebuah mobil listrik hemat energi. Karya pertama perguruan tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) itu meraih juara ketiga lomba desain mobil hemat energi yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini.

Kendaran yang diberi nama Mobil Listrik Kapuas 1 itu, adalah sejarah baru bagi Untan. Sebab mobil listrik tersebut adalah yang pertama kalinya berhasil dibuat oleh mahasiswa universitas tersebut. Melibatkan sekitar 20 orang mahasiswa, pengerjaan diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan.

“Rencana pembuatan mobil listrik ini muncul sejak 2019, dan pada 2020 kita mulai pembuatan mobil,” ungkap Ketua Tim Pembuatan Mobil Listrik, Riris Siswanto, saat kegiatan peluncuran Mobil Listrik Kapuas 1, Senin (7/12).

Untuk spesifikasinya, dijelaskan Riris, mobil listrik ini dalam sekali jalan mampu menempuh jarak sekitar 35 kilometer dengan waktu pengecasan baterai sekitar empat jam. Mobil ini juga didesain mampu melaju dengan kecepatan maksimal 50 km/jam.  Dalam pembuatannya, mobil listrik ini menghabiskan dana sekitar Rp100 juta.

Baca Juga :   Untan Berpotensi Tabrak Aturan

Keunikan dari mobil ini, terletak pada bahan pembuatan bodinya. Bodi mobil listrik ini dibuat pengan memanfaatkan limbah tandan sawit. Limbah buah sawit itu diolah dan dikeraskan sedemikian rupa agar mampu membentuk desain bodi yang diinginkan.

Kerja keras tim pada akhirnya membuahkan hasil. Meski mobil listrik ini merupakan karya perdana, namun mampu bersaing dengan universitas lainnya yang lebih berpengalaman dalam desain mobil listrik hemat energi. “Dalam kontes Mobil Hemat Energi Kami jadi juara tiga dalam desain mobil hemat energi,” ungkap dia.

Pengembangan mobil listrik ini diakui Riris tidak berhenti. Dirinya dan tim telah berencana mengoptimalkan kinerja mesin agar lebih maksimal. Dirinya bahkan memasang target untuk mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi lagi, yakni lomba mobil hemat energi tingkat dunia. 

Baca Juga :  Kerja Sama RSUD dr Soedarso dan Fakultas Kedokteran Untan

Sementara itu, Rektor Untan, Garuda Wiko mengapresiasi karya mahasiswa yang mampu bersaing dalam kancah nasional. Karya berupa mobil listrik ini menurutunya adalah yang pertama bagi Untan dan merupakan suatu kebanggan. Pihaknya memastikan akan terus mendorong dan mendukung pengembangan mobil listrik tersebut.

“Kita bangga atas kerja keras dan kreativitas mereka. Minimal perguruan tinggi kita mampu mencukupkan teknologi untuk kepentingan kita, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Garuda.

Dekan Fakultas Teknik Untan, Rustamaji, menilai kolaborasi berbagai ilmu pengetahuan menjadi kunci kesuksesan mobil listrik bikinan mahasiswa ini. Setidaknya ada tiga bidang ilmu yang terlibat dalam proses pembuatan mobil hemat energi tersebut, antara lain teknik elektronika, teknik mesin, dan teknik industri.

“Kolaborasi superti ini yang kita harapkan. Karya mahasiswa ini menunjukkan eksistensi perguruan tinggi bagi Kalbar, nasional maupun internasional,” kata dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/