alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Bakat Jadi Berkat

KEPIAWAIANNYA melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an memabawa Sa’adah dalam Program Indonesia Mengaji yang disiarkan di salah satu stasiun televisi nasional. Prestasi sebagai Qoriah kerap kali diraihnya di tingkat provinsi, namun kali ini Sa’adah berkesempatan melangkahkan kakinya ke tingkat nasional. Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk memperlihatkan kepada masyarakat terutama kaum muda lainnya bahwa Al-Qur’an itu indah.

Oleh: Bandri

Q: Assalammualaikum Sa’adah, ceritakan sedikit bagaimana kamu bisa mengikuti Program Indonesia Mengaji di Indosiar?

A: Jadi ceritanya, ada sepupu saya Yuniarti memberikan informasi bahwa ada Perlombaan Indonesia Mengaji online di Indosiar. Saya awalnya nggak berminat karena saya pikir pasti ribet daftarnya harus ini dan itu, sedangkan posisi saya lagi di kampung karena libur pandemi Covid-19 dan jaringan pun susah, maka dari itu saya tidak berminat mengikuti lomba tersebut.

Qadarullah tak lama dari sepupu saya memberikan informasi, ada pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Barat menghubungi saya untuk meminta data-data saya untuk didaftarkan perwakilan dari Provinsi Kalimantan Barat. Alhamdulillah saya pun tidak harus capek-capek menguruskan segala pendaftaran itu. Akhirnya saya ikut secara online dan mempersiapkan segalanya. Alhamdulillah saya Juara 2. Insya Allah untuk ke depannya lebih ditingkatkan lagi kemampuan dari segi suara, nafas, tajwid dan lagu.

Q: Apa tujuan kamu mengikuti Program Indonesia Mengaji tersebut?

A: Tujuan saya untuk memperlihatkan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa Al-Qur’an itu indah, tidak membosankan dan ada irama-iramanya. Di zaman sekarang, kenapa banyak orang berpaling dan tidak mau mendengar Al-Qur’an? Ya, karena mereka menganggap bahwa Al-Qur’an itu membosankan.

Baca Juga :  Trauma pada Usia Anak-Anak Jadi Faktor Risiko

Sekarang banyak masyarakat yang senang mendengar lagu-lagu dibandingkan Al-Qur’an. Bukan tidak boleh mendengar lagu ya, boleh-boleh saja tapi Al-Qur’an yang paling utama. Terlebih lagi pada bulan Ramadan, bulan yg mulia, bulan yang penuh barokah, bulan nya Al-Qur’an dan sejatinya Al-Qur’an lah nanti yang menemani kita di alam kubur, dan malaikat maut pun tidak pernah libur. Al-Qur’an tempat kita bersandar, kalau kita dekat Al-Qur’an insya Allah hidup pun selamat.

Q: Apakah ada kendala pada saat mengikuti lomba tersebut?

A: Yang menjadi kendala dalam mengikuti lomba Program Indonesia Mengaji yaitu karen  musim pandemi dan via online sehingga harus standby dengan gadget terus karena untuk persiapan segala macam, dan mengikuti arahan di studio, jaringan yang kurang bagus meskipun sudah menggunakan wifi. Karena saya lagi di kampung dan kemarin lagi sering hujan jadi jaringan jelek sekali.

Q: Bagaimana perasaan kamu setelah meraih Juara 2?

A: Alhamdulillah senang, bersyukur dan berterimakasih kepada pengurus LPTQ Kalimantan Barat sudah memberikan kesempatan ke saya untuk ikut lomba Indonesia Mengaji. InsyaAllah ini menjadi motivasi saya lagi agar senantiasa berjuang, belajar lagi, untuk hasil yang terbaik kedepannya.

Q: Apa harapan anda kedepannya setelah mengikuti lomba tersebut?

A: Harapan saya semoga lewat wasilah saya juara di Indonesia Mengaji, semoga masyarakat Kalimantan Barat banyak mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bukan hanya tilawah saya, tapi tilawah-tilawah Qori/ah terbaik di Indonesia, agar semakin banyak masyarakat yang senang dengan Al-Qur’an, karena pada hakikatnya Al-Qur’an itu tidak membosankan melainkan menyenangkan dan mudah untuk dipelajari.

Baca Juga :  Teknologi Si Perekat Hubungan

Zaman sekarang hal-hal yang berbau agama, Al-Qur’an, dan banyak orang-orang yang berpaling karena jarangnya terekspose teman-teman yang melantunkan ayat Al-Quran dengan irama yang indah, sehingga masyarakat banyak tidak menyadari bahwa Al-Qur’an itu sebenarnya enak didengar dengan irama-iramanya.

Harapan ke depannya untuk saya pribadi semakin giat belajar dan bisa memberikan hasil terbaik untuk daerah saya, Kalimantan Barat, di ajang MTQ Nasional di tahun yang mendatang. Bukan hanya saya semoga juga teman-teman Qori/Qori’ah Kalimantan Barat dapat mengukir prestasi di tingkat nasional dan menjadi ladang dakwah kami para Qori/Qori’ah untuk menyebar luaskan syi’ar Al-Qur’an.**

Sa’adah / Qoriah

In Fact

            Selain kelihaiannya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Sa’adah memiliki kelebihan tersendiri. Suaranya yang khas, sifatnya yang menyenangkan dan prestasinya yang membanggakan, Sa’adah patut menjadi salah satu anak muda teladan yang bisa menginspirasi anak muda lainnya.

  • Suara

Sa’adah memiliki kelebihan dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an yaitu mempunyai suara yang tinggi, melengking dan memiliki pernafasan yang panjang sehingga menjadi ciri khasnya.

  • Sifat

Sa’adah memiliki sifat lemah lembut karena ia berkuliah di Jurusan Pendidikan Agama Islam sehingga sudah terbiasa dengan sifat tersebut dan sekarang Sa’adah mengajar di Pondok Pesantren Munzalan Mubarakan.

  • Prestasi

Sa’adah sudah 3 kali lomba berturut-turut tidak terkalahkan untuk tingkat Provinsi Kalbar sehingga selalu menjadi utusan Kalbar untuk lomba tingkat nasional.

KEPIAWAIANNYA melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an memabawa Sa’adah dalam Program Indonesia Mengaji yang disiarkan di salah satu stasiun televisi nasional. Prestasi sebagai Qoriah kerap kali diraihnya di tingkat provinsi, namun kali ini Sa’adah berkesempatan melangkahkan kakinya ke tingkat nasional. Tujuannya sangat mulia, yaitu untuk memperlihatkan kepada masyarakat terutama kaum muda lainnya bahwa Al-Qur’an itu indah.

Oleh: Bandri

Q: Assalammualaikum Sa’adah, ceritakan sedikit bagaimana kamu bisa mengikuti Program Indonesia Mengaji di Indosiar?

A: Jadi ceritanya, ada sepupu saya Yuniarti memberikan informasi bahwa ada Perlombaan Indonesia Mengaji online di Indosiar. Saya awalnya nggak berminat karena saya pikir pasti ribet daftarnya harus ini dan itu, sedangkan posisi saya lagi di kampung karena libur pandemi Covid-19 dan jaringan pun susah, maka dari itu saya tidak berminat mengikuti lomba tersebut.

Qadarullah tak lama dari sepupu saya memberikan informasi, ada pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Barat menghubungi saya untuk meminta data-data saya untuk didaftarkan perwakilan dari Provinsi Kalimantan Barat. Alhamdulillah saya pun tidak harus capek-capek menguruskan segala pendaftaran itu. Akhirnya saya ikut secara online dan mempersiapkan segalanya. Alhamdulillah saya Juara 2. Insya Allah untuk ke depannya lebih ditingkatkan lagi kemampuan dari segi suara, nafas, tajwid dan lagu.

Q: Apa tujuan kamu mengikuti Program Indonesia Mengaji tersebut?

A: Tujuan saya untuk memperlihatkan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa Al-Qur’an itu indah, tidak membosankan dan ada irama-iramanya. Di zaman sekarang, kenapa banyak orang berpaling dan tidak mau mendengar Al-Qur’an? Ya, karena mereka menganggap bahwa Al-Qur’an itu membosankan.

Baca Juga :  Layak Dinanti di Tahun Ini

Sekarang banyak masyarakat yang senang mendengar lagu-lagu dibandingkan Al-Qur’an. Bukan tidak boleh mendengar lagu ya, boleh-boleh saja tapi Al-Qur’an yang paling utama. Terlebih lagi pada bulan Ramadan, bulan yg mulia, bulan yang penuh barokah, bulan nya Al-Qur’an dan sejatinya Al-Qur’an lah nanti yang menemani kita di alam kubur, dan malaikat maut pun tidak pernah libur. Al-Qur’an tempat kita bersandar, kalau kita dekat Al-Qur’an insya Allah hidup pun selamat.

Q: Apakah ada kendala pada saat mengikuti lomba tersebut?

A: Yang menjadi kendala dalam mengikuti lomba Program Indonesia Mengaji yaitu karen  musim pandemi dan via online sehingga harus standby dengan gadget terus karena untuk persiapan segala macam, dan mengikuti arahan di studio, jaringan yang kurang bagus meskipun sudah menggunakan wifi. Karena saya lagi di kampung dan kemarin lagi sering hujan jadi jaringan jelek sekali.

Q: Bagaimana perasaan kamu setelah meraih Juara 2?

A: Alhamdulillah senang, bersyukur dan berterimakasih kepada pengurus LPTQ Kalimantan Barat sudah memberikan kesempatan ke saya untuk ikut lomba Indonesia Mengaji. InsyaAllah ini menjadi motivasi saya lagi agar senantiasa berjuang, belajar lagi, untuk hasil yang terbaik kedepannya.

Q: Apa harapan anda kedepannya setelah mengikuti lomba tersebut?

A: Harapan saya semoga lewat wasilah saya juara di Indonesia Mengaji, semoga masyarakat Kalimantan Barat banyak mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bukan hanya tilawah saya, tapi tilawah-tilawah Qori/ah terbaik di Indonesia, agar semakin banyak masyarakat yang senang dengan Al-Qur’an, karena pada hakikatnya Al-Qur’an itu tidak membosankan melainkan menyenangkan dan mudah untuk dipelajari.

Baca Juga :  Tumbuhkan Jiwa Kreatif dan Peduli Sesama

Zaman sekarang hal-hal yang berbau agama, Al-Qur’an, dan banyak orang-orang yang berpaling karena jarangnya terekspose teman-teman yang melantunkan ayat Al-Quran dengan irama yang indah, sehingga masyarakat banyak tidak menyadari bahwa Al-Qur’an itu sebenarnya enak didengar dengan irama-iramanya.

Harapan ke depannya untuk saya pribadi semakin giat belajar dan bisa memberikan hasil terbaik untuk daerah saya, Kalimantan Barat, di ajang MTQ Nasional di tahun yang mendatang. Bukan hanya saya semoga juga teman-teman Qori/Qori’ah Kalimantan Barat dapat mengukir prestasi di tingkat nasional dan menjadi ladang dakwah kami para Qori/Qori’ah untuk menyebar luaskan syi’ar Al-Qur’an.**

Sa’adah / Qoriah

In Fact

            Selain kelihaiannya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Sa’adah memiliki kelebihan tersendiri. Suaranya yang khas, sifatnya yang menyenangkan dan prestasinya yang membanggakan, Sa’adah patut menjadi salah satu anak muda teladan yang bisa menginspirasi anak muda lainnya.

  • Suara

Sa’adah memiliki kelebihan dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an yaitu mempunyai suara yang tinggi, melengking dan memiliki pernafasan yang panjang sehingga menjadi ciri khasnya.

  • Sifat

Sa’adah memiliki sifat lemah lembut karena ia berkuliah di Jurusan Pendidikan Agama Islam sehingga sudah terbiasa dengan sifat tersebut dan sekarang Sa’adah mengajar di Pondok Pesantren Munzalan Mubarakan.

  • Prestasi

Sa’adah sudah 3 kali lomba berturut-turut tidak terkalahkan untuk tingkat Provinsi Kalbar sehingga selalu menjadi utusan Kalbar untuk lomba tingkat nasional.

Most Read

Artikel Terbaru

/