Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Warga Lepasliarkan Murai Batu Borneo dan Kacer

Administrator • Kamis, 4 Februari 2021 | 14:34 WIB
LEPAS LIAR : Salah seorang warga di Kabupaten Bengkayang, Edison Akong saat melepas liarkan tiga burung satwa asli Kalbar, yakni burung murai batu borneo dan burung kacer kea lam terbuka, kemarin sore.IST
LEPAS LIAR : Salah seorang warga di Kabupaten Bengkayang, Edison Akong saat melepas liarkan tiga burung satwa asli Kalbar, yakni burung murai batu borneo dan burung kacer kea lam terbuka, kemarin sore.IST

LESTARIKAN SATWA LIAR


 BENGKAYANG – Salah seorang warga di Kabupaten Bengkayang bernama Edison Akong melakukan pelepasliaran burung-burung piaraannya, kemarin sore. Pelepasliaran tersebut dilakukan demi pelestarian lingkungan hidup di habitat aslinya, sehingga kelak anak cucu masih bisa melihat  dimasa yang akan datang.

Karena bagi Akong, jenis apapun satwaliar sangat penting bagi kelestarian ekosistem hutan. "Biar nanti anak cucu kita bisa mendengarkan kicauan burung- burung tersebut," ucap pria yang karib disapa Akong ini.

Ia menjelaskan, jenis burung yang dilepasnya itu, 3 pasang Murai  batu Borneo dan Kacer. Ia hanya berharap, burung asli Kalimantan ini bisa dilestarikan selain dirinya juga kepada pihak yang lain, sehingga tidak terjadi kepunahan, dan pada akhirnya akan  merusak ekosistem yang ada di bumi Borneo ini.

"Harapan juga kepada teman-teman yang lain kita sama-sama melestarikan habitat dan Kelestarian hutan Kalimantan ini," harapnya.

Selain itu, Akong pun menyatakan dirinya  akan bersedia membeli jika ada yang menjual burung  seperti Cucak Rowo dua pasang untuk dilepasliarkan.  "Kalau ada yang asli masih liar dan mau dilepaskan, kami beli nanti untuk dilepaskan disini (hutan)," tambahnya.

Karena sebelumnya kata ia, burung cucak ijo sudah pernah dilepaskan dihutan yang tak jauh dari kota Bengkayang ini untuk berkembangbiak dan menjadi banyak.

"Kita juga menghimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan secara masif pemburuan burung-burung asli Kalimantan ini. Kitaa harap kedepan hutan Bengkayang tetap memiliki satwa khas Kalimantan dan menjadi percontohan," tuturnya.

"Semoga burung-burung ini bisa kita pertahankan Kelestariannya, sehingga anak cucu kita bisa melihat keindahan ekosistem yang ada di Kalimantan," timpalnya.

Terakhir, ia kembali berpesan agar masyarakat tidak menjerat burung-burung atau satwa asli Kalimantan yang dapat berdampak pada kepunahan dimasa depan. (Sig) Editor : Administrator
#pelepasliaran