Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

2023 Target Stunting Turun hingga 18,99 Persen

Misbahul Munir S • Kamis, 3 November 2022 | 13:02 WIB
PENINJAUAN: Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi perkebunan ubi kayu di Desa Sekubah dan Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, beberapa waktu lalu. HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
PENINJAUAN: Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan saat melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi perkebunan ubi kayu di Desa Sekubah dan Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, beberapa waktu lalu. HUMPRO SETDA FOR PONTIANAK POST
BENGKAYANG – Angka stunting Kabupaten Bengkayang ditargetkan turun menjadi 18,99 persen pada 2023 mendatang. Target tersebut yang setidaknya harus dikejar dalam mendukung pencapaian penurunan tengkes di Kalbar, sehingga berbagai upaya harus terus dimaksimalkan dalam mencapai target tersebut.

Pelaksanatugas (Plt) Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, Muslimat mengungkapkan hingga saat ini angka prevalensi stunting Kabupaten Bengkayang pada 2021 sebesar 26,8 persen. "Meskipun di bawah angka prevalensi stunting provinsi, kita masih harus terus berupaya untuk menurunkannya," ucap Muslimat, baru-baru ini.

Dirinya menambahkan, dalam peraturan BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 terdapat delapan kegiatan prioritas dalam percepatan penurunan stunting yang mana salah satunya adalah Audit Kasus Stunting (AKS). AKS, kata dia, merupakan formula dari kebijakan dan strategi, yang digunakan sesuai dengan acuan dalam strategi nasional untuk mengatasi masalah stunting.

Di samping itu, ia menyebutkan strategi AKS merupakan upaya untuk melakukan deteksi dini untuk selanjutnya dilakukan intervensi yang tepat. Intervensi yang dimaksudkan dia baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen.

"Artinya melalui kegiatan AKS ini diharapkan dapat dilakukan penguatan dan konvergensi program serta memastikan intervensi spesifik dan sensitif sampai pada sasaran," katanya.

Muslimat mengungkapkan, upaya lain yang dilakukan untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penyediaan data yang valid, reliabel dan update. Sehingga, harapan dia, agar program dan kegiatan yang sudah ada dapat diarahkan dan langsung menyentuh kepada kelompok sasaran yaitu keluarga yang berisiko stunting.

"Perlu adanya pemetaan program dan kegiatan terhadap kondisi stunting berdasarkan hasil analisis situasi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menekankan pentingnya sinergitas dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya percepatan penurunan stunting. Koordinasi yang kurang, menurutnya, dapat menyebabkan upaya mencapai target penurunan stunting tidak maksimal.

"Saat ini kasus stunting di Kabupaten Bengkayang cukup tinggi yakni 26,8 persen hal ini perlu kerja keras dari semua pihak bukan hanya tugas dari Dinas Kesehatan." ucap Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis.

Dirinya mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus mengoptimalkan capaian penurunan kasus stunting dengan menggerakkan seluruh lini sektor. Hal tersebut dilakukan mereka agar target dari pemerintah pusat dalam penurunan stunting pada 2024 sebesar 14 persen bisa terealisasi.

"Kita punya target 2023 kasus stunting di Kabupaten Bengkayang menjadi 18 persen, dan di tahun 2024 minimal menjadi 15 persen, jika semua tidak kompak, maka target ini tidak mungkin tercapai." jelasnya.

Darwis menyebutkan Kabupaten Bengkayang memiliki sumber daya yang besar, sehingga hal tersebut harus dimaksimalkan untuk percepatan penurunan stunting. Hal tersebut, menurut dia, berbanding terbalik dengan angka kemiskinan Kabupaten Bengkayang cukup rendah.

"Angka kemiskinan di Bengkayang cukup rendah, artinya dalam sosialisasi stunting masih rendah yang dilakukan oleh setiap OPD," pungkasnya. (Sig) Editor : Misbahul Munir S
#bkkbn #18.99 Persen #Target Stunting #Turun