Hal itu dirasakan oleh Anen yang merupakan pemilik usaha Keripik Anen yang belum lama ini membuka outlet di Kabupaten Bengkayang. Anen mengatakan, permintaan jelang hari raya keagamaan memang relatif tinggi jika dibanding hari-hari biasa.
"Untuk saat ini, permintaan memang tengah meninggi. Terlebih mendekati perayaan Natal, tahun baru, dan Imlek yang memang jaraknya berdekatan," kata Anen, Selasa (20/12).
Dia mengatakan saat ini pihaknya memang tengah disibukkan dengan ramainya orderan yang membludak jelang perayaan Natal. Hanya saja, kata dia, satu kendala yang dialami adalah kurangnya tenaga kerja untuk membantu pengolahan dan pembuatan keripik.
"Sampai saat ini, setiap hari kita terus mengolah dan produksi. Cuma jumlah karyawan yang kita miliki juga belum cukup, karena sementara waktu yang bantu hanya tujuh orang," kata dia.
"Keterbatasan tenaga kerja inilah yang menjadi alasan pengolahan kita sehari-hari masih terbatas," sambungnya.
Dia mengungkapkan, untuk hari-hari biasa saja pengolahan bisa mencapai seratus kilogram perharinya. Jika dikalkulasikan, persentase kenaikan pesanan jelang Natal tahun ini bisa mencapai 70 persen jika dibandingkan hari biasa.
"Sementara menjelang Natal ini, permintaan pasar tinggi. Bahkan kalau dihitung, perhari bisa hampir 200 kilogram kebutuhannya," ungkapnya.
Dia menjelaskan, mendekati Natal, pemesanan keripik anen bahkan sudah ada dari beberapa pihak, dari lokal sampai mancanegara. Mulai dari Kuching (Malaysia), Pontianak, Jakarta, Singkawang, dan daerah lainnya.
"Yang paling banyak tentunya di wilayah Kalbar," tutur Anen. (Sig) Editor : Misbahul Munir S