"Begitu pula untuk mengambil hati dan simpati masyarakat, agar mereka bangga menjadi warga negara Indonesia. Terutama di wilayah Desa Jagoi babang, yang menjadi markas komando Kompi Pengamanan Perbatasan," ungkapnya.
Dia juga menegaskan kepada setiap prajurit Pamtas untuk aktif dalam menjaga patok perbatasan tetap di tempatnya sebagai tugas utama. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah segala bentuk perbuatan sekaligus aktivitas ilegal di perbatasan Jagoi Babang.
"Terlebih di masa lalu, patok perbatasan kerap digeser orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai tujuan. Ini yang harus kita cegah, dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI," tegasnya.
"Kebanggaan bagi seorang prajurit adalah pernah melaksanakan tugas operasi dan itu akan jadi pengalaman, jadi punya cerita dan kebanggaan tersendiri baik kepada keluarga maupun teman-temannya," kata Pangdam.
Pangdam juga menyampaikan jika prajurit mempunyai ide atau mencoba berkreasi demi kebaikan Satgas maupun masyarakat, maka jangan ragu-ragu untuk menyampaikan ide tersebut.
“Sekali lagi, terima kasih dan semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga para prajurit tetap bisa menjalankan tugas dengan baik,” tutup Pangdam. (Sig) Editor : Misbahul Munir S