Bupati membeberkan berbagai raihan yang telah dicapai Pemda Bengkayang dalam menjaga kelestarian adat budaya di Bumi Sebalo. Dirinya menyebut ada beberapa kegiatan yang merupakan bagian dari ritual adat budaya asli masyarakat Kabupaten Bengkayang yang telah diplot sebagai warisan tak benda Indonesia di sepanjang tahun 2023. Beberapa kegiatan yang dimaksud dia tersebut di antaranya pertama ritual nyobeng yang dapat predikat warisan tak benda Indonesia 2023 oleh Kemendikbud RI. Kedua, Arsitektur Rumah Adat Bidayuh (BALUK) 2023 oleh Kemendikbud RI. Ketiga, Kalender Event Kalbar oleh Dispora Prov Kalbar. Keempat, menjadi Nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API AWARDS) 2023. Serta kelima 110 Event terbaik di Indonesia Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023 oleh Kemenparekraf RI.
"Harapan kami (Pemda Bengkayang, Red) dengan adanya pencapaian ini, kegiatan-kegiatan yang sarat akan adat budaya asli Kabupaten Bengkayang lebih mendapat perhatian dari pihak terkait, khususnya Kementerian Pariwisata, Ekonomi, dan Kreatif Republik Indonesia," harapnya.
Dia juga mengajak agar seluruh stakeholder terkait di Bumi Sebalo turut andil dalam memberikan sentuhan lebih nyata, dalam memaknai event-event budaya yang ada. "Ayo bersama-sama kita promosikan nilai adat budaya yang sudah terjaga sangat baik sampai saat ini. Sehingga setiap kegiatan yang kita laksanakan bisa dikenal lebih luas dan dikunjungi lebih ramai lagi oleh pengunjung, serta memberikan dampak yang baik dalam membangkitkan taraf ekonomi UMKM masyarakat Kabupaten Bengkayang," ungkapnya.
Di samping itu, Bupati tak lupa mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan ritual nyobeng yang belum lama ini dilaksanakan di Desa Hli Buei, Kecamatan Siding.
"Ritual nyobeng juga merupakan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bengkayang.l Apalagi tahun ini nyobeng telah terdaftar ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu dari 110 Event Budaya terbaik di Indonesia," ungkap Bupati Darwis memaknai ritual nyobeng yang belum lama ini sukses digelar. Terlebih, lanjut dia, nyobeng merupakan festival budaya serumpun Indonesia – Malaysia, yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali.
"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam mempersiapkan ritual nyobeng ini, sehingga bisa berjalan lancar dan meriah. Terima kasih juga kepada semua pihak yang sudah membantu baik secara moril maupun materil. Serta kepada semua komponen masyarakat Kecamatan Siding yang gigih memelihara dan mempertahankan adat dan budaya dengan menggelar acara nyobeng cara konsisten di tahun-tahun kedepan," tutup Bupati. (Sig) Editor : Misbahul Munir S