PONTIANAK POST – Kelompok tani di Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang merasakan manfaat penggunaan benih jagung R 212. Varietas tersebut dinilai memiliki daya tumbuh baik, tongkol lebih besar, serta berpotensi meningkatkan hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Sungai Raya 1, Boni (49), mengatakan dari 300 kilogram benih yang diterima, lahan seluas 15 hingga 20 hektare dapat ditanami. Pada panen perdana, produksi mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton per hektare.
“Buahnya besar-besar. Ini memang baru tahap awal kami coba, tapi hasilnya cukup bagus,” ujarnya.
Menurut Boni, daya tumbuh tanaman mencapai 85 hingga 90 persen. Meski sempat terjadi perlambatan pertumbuhan sekitar dua minggu setelah tanam, kondisi tersebut masih dievaluasi dan tidak berdampak signifikan.
Kelompok tani juga tengah menguji berat tongkol untuk dibandingkan dengan varietas sebelumnya. Ia meyakini, jika tongkol lebih berat dan padat, maka hasil per hektare akan meningkat dan berdampak langsung pada pendapatan petani.
Boni yang telah lebih dari 20 tahun menanam jagung menegaskan, kualitas benih sangat menentukan hasil produksi. “Kalau benihnya bagus, hasilnya bisa berlipat,” katanya.
Kelompok tani yang beranggotakan 25 orang itu berharap bantuan benih dapat terus berlanjut. Mereka juga menginginkan dukungan pupuk dan sarana produksi lainnya agar dapat memperluas lahan tanam dan meningkatkan produksi. Dari sisi pemasaran, hasil panen relatif mudah dijual karena pengepul datang langsung ke rumah petani.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Batuah Raya, Wilhelmus Dedi (45). Ia menanam R 212 di lahan perbukitan dan mencatat daya tumbuh hingga 90 persen.
“Di lahan agak bukit seperti ini, pertumbuhannya cukup bagus dan cocok dengan kondisi lahan kami,” katanya.
Dedi yang mengelola tiga hektare lahan menilai R 212 mampu bersaing dengan varietas lain dari sisi pertumbuhan dan potensi hasil. Saat ini, harga jagung kering sekitar Rp6.000 per kilogram, jagung basah Rp3.700 hingga Rp3.900 per kilogram, dan bonggol jagung Rp2.500 per kilogram. Sebagian hasil panen bahkan dipasarkan hingga wilayah perbatasan.
Kedua ketua kelompok tani sepakat, peningkatan produktivitas perlu didukung sarana produksi yang memadai. Mereka berharap bantuan tidak hanya benih, tetapi juga pupuk NPK dan alat pengering jagung agar kualitas tetap terjaga saat musim hujan.
Secara umum, komoditas jagung menjadi salah satu sektor pertanian penting di Kabupaten Bengkayang. Pada 2025, luas tanam jagung tercatat mencapai 24.126 hektare dengan luas panen 25.087 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 45,05 kuintal per hektare dengan total produksi sekitar 113.006 ton pipilan kering.
Dalam upaya meningkatkan produksi, bantuan benih jagung juga menjadi salah satu faktor pendukung. Pada 2025, kontribusi bantuan benih jagung dari Anggota DPR RI Daniel Johan mencapai sekitar 3.500 hektare atau sekitar 14,5 persen dari total luas tanam jagung di Kabupaten Bengkayang.
Atas bantuan benih yang telah diterima, para petani menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Daniel Johan yang dinilai telah memperjuangkan program tersebut bagi petani jagung di daerah tersebut.
“Bantuan ini sangat membantu kami di lapangan. Berkat aspirasi Pak Daniel Johan ini pendapatan petani meningkat karena produksi tinggi. Semoga ke depan terus berlanjut,” tutup Dedi. (mse/r)