PONTIANAK POST – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang memasuki babak baru. Sebanyak 30 warga dari Desa Jesape dan Desa Danti, Kecamatan Ledo, resmi dilantik sebagai anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini kebakaran selama musim kemarau 2026.
Pembentukan MPA tersebut dilakukan dalam rangkaian Apel Siaga Kebakaran yang digelar PT Intitama Berlian Perkebunan (IBP) di Desa Jesape, Kamis (11/6). Program ini menjadi bagian dari langkah kolaboratif antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadapi meningkatnya risiko karhutla saat musim kemarau.
Group Estate Manager (GEM) PT IBP, Waluyo, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran karena warga merupakan pihak yang paling dekat dengan wilayah yang berpotensi terdampak.
Baca Juga: Satbrimob Polda Kalbar Bersama Warga Kuala Mandor B Tingkatkan Masyarakat Peduli Api
"Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan oleh perusahaan sendiri. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Menurut Waluyo, anggota MPA yang baru dibentuk akan menjadi garda terdepan dalam membantu pemantauan lapangan, pelaporan cepat, serta mendukung upaya penanggulangan apabila ditemukan titik api di wilayah sekitar desa maupun kawasan perkebunan.
Selain melantik anggota MPA, PT IBP juga menggelar apel siaga untuk memastikan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran perusahaan. Sebanyak 50 karyawan turut dilibatkan dalam penguatan regu tanggap darurat kebakaran.
Kegiatan tersebut melibatkan tiga perusahaan yang berada di bawah naungan KPN Group, yakni PT Intitama Berlian Perkebunan (IBP), PT Wawasan Kebun Nusantara (WKN), dan PT Putra Lirik Domas (PLD).
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Siagakan SDM, Anggaran, dan Peralatan Hadapi Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Waluyo menjelaskan, langkah tersebut juga merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 tentang pembukaan dan atau pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar.
Sementara itu, Kepala Desa Jesape, Albertus, menyampaikan apresiasinya terhadap pembentukan MPA yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
"Kami siap bersinergi dengan perusahaan untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Keterlibatan masyarakat secara langsung tentu akan membuat upaya pencegahan lebih efektif,” katanya.
PT IBP memiliki kawasan konservasi yang berada dalam lanskap Meranti Harapan yang rentan terhadap ancaman kebakaran saat musim kemarau. Dengan terbentuknya MPA dan penguatan tim siaga kebakaran, diharapkan kemampuan deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi karhutla dapat semakin ditingkatkan. (mdy)
Editor : Miftahul Khair