PONTIANAK POST – Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki sejarah relatif muda dibandingkan sejumlah kabupaten lainnya. Meski baru berdiri pada 1999, perjalanan lahirnya Bengkayang tidak lepas dari aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerintahan lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata.
Kisah mengenai berdirinya Kabupaten Bengkayang kembali diangkat melalui video YouTube Shorts yang diunggah akun jejak_legenda26. Video tersebut mengulas perjalanan sejarah Bengkayang sejak masih menjadi bagian dari Kabupaten Sambas hingga resmi berdiri sebagai kabupaten sendiri.
Berawal dari Kabupaten Sambas
Baca Juga: Bukit Vandering Bengkayang, Jejak Pos Pengintaian Belanda yang Diselimuti Beragam Cerita Misteri
Sebelum menjadi daerah otonom, wilayah Bengkayang merupakan bagian dari Kabupaten Sambas.
Seiring perkembangan wilayah dan meningkatnya kebutuhan pelayanan pemerintahan, muncul aspirasi masyarakat agar Bengkayang memiliki pemerintahan sendiri. Harapan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pembentukan daerah otonom baru di Kalimantan Barat.
Pemekaran wilayah ini tidak hanya bertujuan memperpendek rentang kendali pemerintahan, tetapi juga mempercepat pembangunan di kawasan pedalaman dan perbatasan.
Resmi Berdiri Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999
Perjuangan masyarakat akhirnya membuahkan hasil setelah pemerintah menetapkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 tentang pembentukan sejumlah daerah otonom baru.Melalui regulasi tersebut, Kabupaten Bengkayang resmi berdiri pada 20 April 1999.
Tanggal tersebut kemudian dikenang sebagai tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Bengkayang. Bagi masyarakat setempat, peristiwa itu bukan sekadar pemisahan wilayah administratif, tetapi juga awal dari harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan yang lebih terarah.
Baca Juga: Mengungkap Asal Nama Sambas, Dari Legenda Kerajaan hingga Menjadi Pusat Penyebaran Islam di Kalbar
Jacobus Luna Menjadi Bupati Pertama
Tidak lama setelah kabupaten terbentuk, tepatnya pada 27 April 1999, Drs. Jacobus Luna dilantik sebagai Bupati Bengkayang pertama.
Ia mendapat amanah memimpin roda pemerintahan pada masa-masa awal berdirinya kabupaten tersebut. Tantangan yang dihadapi saat itu cukup besar, mulai dari membangun infrastruktur pemerintahan hingga menyiapkan pelayanan publik bagi masyarakat.
Baca Juga: Misteri Suku Paloh di Sambas, Benarkah Ada Kerajaan Gaib dan Kisah Pesawat Hilang?
Kepemimpinan awal itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan pembangunan Bengkayang hingga sekarang.
Babak Baru Pembangunan di Kalimantan Barat
Sebagai daerah otonom baru, Bengkayang mulai menata berbagai sektor pembangunan, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
Kabupaten ini juga dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam, keberagaman budaya, serta bentang alam pegunungan yang menjadi salah satu potensi wisata di Kalimantan Barat.
Keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan turut menjadi identitas khas Bengkayang hingga saat ini.
Lahir dari Aspirasi dan Harapan Masyarakat
Baca Juga: Polres Bengkayang Juara Umum Lomba Ketahanan Pangan, Sebulan Produksi 600-an Ton
Perjalanan sejarah Bengkayang menunjukkan pembentukan sebuah daerah bukan semata-mata karena keputusan administratif.
Di balik lahirnya Kabupaten Bengkayang terdapat aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan pemerintahan lebih baik serta kesempatan pembangunan yang lebih merata.
Kini, lebih dari dua dekade sejak resmi berdiri, Bengkayang terus berkembang sebagai salah satu kabupaten penting di Kalimantan Barat dengan potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia yang terus tumbuh.
Editor : Silvina