PONTIANAK POST – Kalimantan Barat memiliki banyak kawasan pegunungan yang menawarkan panorama alam memukau. Salah satunya adalah Gunung Bawang, yang berada di Kabupaten Bengkayang. Selain dikenal karena keindahan alamnya, gunung ini juga lekat dengan berbagai cerita misteri dan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kisah tersebut kembali menjadi perhatian setelah dibagikan melalui akun TikTok @loronggelap.story. Dalam narasinya, Gunung Bawang digambarkan bukan hanya sebagai destinasi alam, tetapi juga sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat setempat.
Gunung Tertinggi yang Dikelilingi Hutan Alami
Baca Juga: Bukit Vandering Bengkayang, Jejak Pos Pengintaian Belanda yang Diselimuti Beragam Cerita Misteri
Gunung Bawang merupakan salah satu gunung tertinggi di Kabupaten Bengkayang. Kawasan ini dikelilingi hutan tropis yang masih relatif terjaga dengan keanekaragaman hayati yang melimpah.
Udara yang sejuk, pepohonan yang rapat, serta panorama alam yang masih alami menjadikan Gunung Bawang sebagai salah satu tujuan yang menarik bagi pencinta alam dan pendaki.
Keasrian kawasan ini juga menjadi alasan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar ekosistem tetap terpelihara.
Baca Juga: Dulu Bagian dari Sambas, Begini Kisah Lahirnya Kabupaten Bengkayang di Kalimantan Barat
Dipercaya Memiliki Nilai Spiritual
Bagi sebagian masyarakat adat dan warga sekitar, Gunung Bawang bukan sekadar bentang alam biasa. Gunung ini dipercaya memiliki nilai spiritual sehingga terdapat berbagai aturan adat yang tidak tertulis dan diyakini perlu dihormati oleh siapa pun yang memasuki kawasan tersebut.
Kepercayaan semacam ini telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Baca Juga: Misteri Suku Paloh di Sambas, Benarkah Ada Kerajaan Gaib dan Kisah Pesawat Hilang?
Cerita Pendaki yang Mengalami Pengalaman Tak Biasa
Dalam narasi yang dibagikan akun @loronggelap.story, sejumlah pendaki mengaku pernah mengalami pengalaman yang menurut mereka tidak biasa saat berada di Gunung Bawang.
Ada yang mengaku tersesat meski telah mengikuti jalur pendakian, sementara yang lain merasakan suasana hutan berubah secara tiba-tiba. Beberapa cerita juga menyebut adanya suara-suara yang terdengar dari dalam hutan ketika kondisi mulai sunyi.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Padang 12 Ketapang yang Terkenal Mistis dan Legendaris
Namun demikian, pengalaman tersebut merupakan penuturan pribadi yang belum dapat diverifikasi secara ilmiah dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa peristiwa tersebut benar-benar disebabkan oleh hal-hal di luar penjelasan rasional.
Menghormati Alam dan Adat Setempat
Terlepas dari benar atau tidaknya cerita yang berkembang, masyarakat sekitar umumnya mengingatkan para pendaki agar menjaga sikap selama berada di Gunung Bawang.
Baca Juga: Mengungkap Fakta Sejarah Padang 12 Ketapang, Benarkah Pernah Ada Kampung yang Hilang?
Menghormati adat istiadat, menjaga tutur kata, tidak merusak lingkungan, serta mematuhi aturan pendakian merupakan bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus budaya masyarakat setempat.
Sikap tersebut juga sejalan dengan prinsip pendakian yang bertanggung jawab, yakni menjaga keselamatan diri dan kelestarian lingkungan.
Cerita Rakyat Menjadi Bagian dari Identitas Gunung Bawang
Baca Juga: Kisah Rhoma Irama di Ketapang Bikin Penasaran, Benarkah Pernah Manggung di Padang 12?
Cerita-cerita mengenai Gunung Bawang telah menjadi bagian dari tradisi lisan yang terus hidup di tengah masyarakat Bengkayang.
Bagi sebagian orang, kisah tersebut dipandang sebagai warisan budaya yang mengajarkan penghormatan terhadap alam. Sementara bagi yang lain, cerita itu menjadi bagian dari kekayaan folklor yang memperkaya identitas Kalimantan Barat.
Di balik kabut yang kerap menyelimuti puncaknya dan lebatnya hutan yang mengitari lerengnya, Gunung Bawang tetap menjadi salah satu ikon alam Bengkayang yang menyimpan pesona sekaligus kisah yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.
Editor : Silvina