Di balik kemeriahan permainan ini, tak terlepas dari sosok tangan-tangan terampil pengrajin yang mampu membuat replika naga yang kuat, ringan dan penuh nilai seni tinggi. Kemahiran membuat replika itu diperoleh dari turun temurunan. Dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Replika naga dengan panjang sekitar 50 meter, butuh waktu 3-5 bulan pembuatannya. Perlu tangan-tangan terampil untuk menganyam bambu yang sudah di raut. Juga bisa menggunakan rotan. Tak hanya unsur seni dan keindahan, dalam membuat naga juga diperlukan kekuatan. Naga akan dimainkan selama tiga hari. Diarak keliling kota. Tak boleh ada satupun rangkaian rangka yang putus atau ikatan yang lepas.
Arakan naga tidak saja dimainkan waktu siang. Naga juga dimainkan pada malam hari. Untuk memperindah tampilan naga, dipasang lampu hias dengan warna-warni yang menarik. Tak heran, saat naga dimainkan, jalan-jalan yang dilalaui menjadi padat oleh kerumunan penonton.
Sejak Pandemi Covi-19, Perayaan Imlek dilaksanakan secara sederhana. Begitu juga Cap Go Meh. Arakan naga ditiadakan. Kerinduan akan permainan naga kini kembali muncul seiring pergantian tahun baru. Semoga Covid yang terus melandai, permainan Naga kembali diperbolehkan.** Editor : Salman Busrah