“Sejak tahun kemarin dan hingga kini terus berlanjut upaya pembangunan jalan provinsi dan lainnya dari perusahaan perkebunan sawit di Kalbar sebagai andil mendukung pemerintah untuk menghadirkan akses jalan untuk semua pihak,” ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero.
Ia menjelaskan, bahwa dengan adanya dukungan dari berbagai perusahaan perkebunan akan berdampak pada kelancaran aktivitas masyarakat dan usaha perkebunan itu sendiri. Menurutnya, Gubernur Kalbar memberikan apresiasi terhadap korporasi yang mendukung pemeliharaan jalan tersebut.
“Saat acara di Mercure Hotel Pontianak kemarin Gubernur Kalbar menyatakan terima kasih atas peran korporasi perkebunan dalam mendukung pemeliharaan jalan. Selain mendukung aktivitas masyarakat tersebut juga sekaligus mendukung pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat,” kata dia.
Dari laporan perkembangan jalan yang telah dikerjakan perusahaan sawit yang telah ia terima, di antaranya dari PT.Kalimantan Sanggar Pusaka. Pada periode Desember 2020 - Januari 2021 perusahaan tersebut sudah mengerjakan jalan poros pemda SP 2 ke SP 4 Belitang, jalan poros pemda dari SP 2 ke SP 1 Belitang dan jalan poros dari Desa Maboh Permai ke Dusun Mangeris/ Dusun Planjau dan Dusun Kiarak Belitang Hilir. Dari PT. Parna Agro Mas, perbaikan jalan TP Pulau SP2 dan PT. Grand Utama Mandiri Jalan Pemda Balai Sepuak- Lumpang Ilong .
“Kemudian beberapa perusahaan di Kabupaten Ketapang yang dikoordinir oleh PT Cargill sejumlah ruas jalan sudah ada dikerjakan dan sebagian lainnya dilakukan karena saat ini ada terkendala kondisi hujan,” kata dia.
Sementara itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Pontianak, Muhammad Fajrin mengatakan, pembangunan infrastruktur termasuk salah satu bidang dalam penyaluran dana CSR. Pembangunan jalan salah satu bentuk CSR infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. ““Pelaksanaan CSR meliputi bidang-bidang, seperti bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang olahraga, bidang keagamaan, bidang sosial, seni dan budaya, bidang perekonomian rakyat, bidang lingkungan dan keamanan, bidang infrastruktur, atau bidang lain yang memiliki dampak luas,” ungkap Fajrin.
Di sisi lain, tanpa adanya program kolaborasi pembangunan jalan antara perusahaan sawit dan pemerintah daerah, kata dia, sebenarnya sedari dulu hadirnya perusahaan sawit telah membuka jalan yang memudahkan akses masyarakat. Dalam pengamatannya, ada banyak perusahaan sawit yang membuka jalan untuk mengangkut hasil TBS dari perusahaan, yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar areal perkebunan.
“Jadi jalan ini tidak mesti jalan aspal. Pembukaan jalan oleh perusahaan di area konsesi perusahaan pada akhirnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari jalan yang dibangun tersebut membuat jarak tempuh dari satu daerah ke daerah lain jadi lebih cepat” kata dia. (sti) Editor : Super_Admin