Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Seminggu Ke depan

Yulfi Asmadi • Selasa, 16 November 2021 | 19:25 WIB
Photo
Photo
PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio kelas 1 Pontianak mewarning potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas ringan dan lebat disertai petir termasuk angin kencang berdurasi singkat pada sebagian wilayah Kalbar, mulai hari ini sampai sepekan ke depan (16-22 Nopember 2021).

Di sisi lain intensitas hujan juga berpotensi terjadinya bencana banjir, genangan air, tanah longsor dan sebagainya pada sebagian wilayah Kalbar.

"Khususnya pada wilayah yang sering terjadi bencana-bencana tersebut," kata Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori dalam siaran pers releasenya, Selasa(16/11) di Pontianak.

Beberapa wilayah masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan di Kalimantan Barat di antaranya Kabupaten Mempawah, Bengkayang, Kota Singkawang, Landak, Sambas, Kubu Raya, Kota Pontianak, Melawi, Ketapang dan Kabupaten Sintang.

 

Tiga Pekan Banjir Genangi Sanggau

 

Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyampaikan bahwa banjir sudah lebih dari tiga pekan terjadi dan berdampak untuk masyarakat Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Data BPBD Sanggau menyebutkan bahwa sejumlah wilayah administratif masih tergenang banjir.

Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok, Kecamatan Tayan Hilir, Kecamatan Toba dan Kecamatan Meliau. Sementara Kecamatan Jangkang yang saat ini banjir, sudah mulai surut. "Tidak ada lagi rumah warga yang tergenang," ujarnya.

Sebanyak 10.520 unit rumah warga terdampak ketinggian muka air saat ini terpantau berkisar 10 sampai  50 sentimeter. Sementara 468 KK (Kepala Keluarga) mengungsi dengan rincian di Kecamatan Kapuas terdapat 405 KK, Kecamatan Mukok 41 KK, dan Kecamatan Toba 22 KK.

Dia menambahkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sanggau dibantu elemen masyarakat, dan pemerintah setempat berkoordinasi  memberikan penanganan berupa suplai logistik dan melakukan evakuasi pada korban terdampak. Selain itu, diimbau melalui perangkat desa di daerah agar melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi banjir pada setiap kecamatan terdampak.

Abdul menambahkan berdasarkan peta analisis sifat hujan dasarian I BMKG pada bulan November 2021, sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan masih berada pada ambang batas normal dengan presentase 85-115 persen.

Bisa dikatakan berada di atas ambang batas normal apabila presentase di atas angka 115 persen. Namun demikian, BNPB menghimbau tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena La Nina.

"Pengendalian pemanfaatan ruang terbuka dapat dijalankan agar mampu menekan laju deforestasi dan fungsi lahan maupun hutan bisa dikembalikan sebagai daerah penyerapan air yang optimal," tukasnya. (den) Editor : Yulfi Asmadi
#BMKG Ingatkan La Nina #banjir