Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hewan Terinfeksi Rabies Harus Dimusnahkan

Misbahul Munir S • Rabu, 21 Juni 2023 | 18:10 WIB
Photo
Photo
PONTIANAK - Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie menyebut, hewan terinfeksi rabies memiliki insting selalu menggigit hewan lain atau manusia. Maka dari itu, aka sangat berbahaya jika hewan terinfeksi rabies masih dilepas liarkan. Hewan tersebut diminta segera dimusnahkan.

"Hewan terinfeksi rabies seperti anjing liar sebaiknya dimusnahkan, dengan cara ditembak atau diberikan racun kepada anjing," kata Affandie, kemarin.

Manurut Affandie, hewan terinfeksi rabies tak akan bisa sembuh. Kecuali sebelum terinfeksi diberikan vaksin. Sementara jika anjing sudah terinfeksi rabies, hewan tersebut cenderung punya insting selalu menggigit.

Dia menambahkan bahwa Rabies merupakan penyakit dari virus yang menyerang sistem saraf pusat. Virus ini mempengaruhi perilaku hewan terinfeksi dan mendorong mereka menjadi agresif dan sering kali menggigit orang atau hewan lain di sekitarnya.

Observasi tersebut pernah dilakukan di banyak tempat. Kata Affandi hewan terinfeksi rabies menunjukkan kecenderungan mencari mangsa dan menggigit secara tidak wajar, bahkan tanpa adanya ancaman langsung. Hewan-hewan yang biasanya tidak agresif menjadi sangat berbahaya ketika terinfeksi rabies, mendorong mereka menggigit secara terus-menerus."Insting untuk menggigit tanpa henti ini mungkin disebabkan oleh efek virus rabies yang merusak sistem saraf pusat hewan," ucapnya.

"Virus ini memicu perubahan perilaku yang dramatis, termasuk peningkatan agresi dan dorongan kuat untuk menggigit. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menghindari kontak dengan hewan liar yang tidak dikenal dan mencurigakan, terutama di daerah terjangkit wabah rabies," lanjut dia.

Rabies sendiri memang menjadi masalah terus menerus di Kalbar, terutama beberapa daerah seperti Sintang dan Landak. Bahkan, baru-baru ini sudah menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. Persoalan rabies sendiri terbentur dengan ketersediaan vaksin yang tak mencukupi. Di Kabupaten Sintang saja, ada 30 ribu ekor anjing. Semuanya mestinya diberikan vaksin.

"Sementara vaksin yang tersedia hanya 17 ribu. Artinya masih kekurangan vaksin 13 ribu. Itu baru di Sintang," terangnya.

Untuk itulah, Legislator Partai Demokrat ini terus mendorong Dinas Peternakan Kalbar juga memasukkan vaksin untuk mendukung ketersediaan vaksin di Kabupaten dan Kota.Dia juga meminta ke masyarakat waspada dan melaporkan keberadaan hewan liar yang mencurigakan. Langkah-langkah pencegahan harus diberlakukan, termasuk kampanye vaksinasi massal hewan peliharaan dan pemusnahan hewan-hewan yang terinfeksi rabies guna mengendalikan penyebaran penyakit ini. (den) Editor : Misbahul Munir S
#Vaksin #rabies #DPRD Kalbar #Hewan Terinfeksi #Dimusnahkan