Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pembangunan GOR Terpadu Dimulai, Lebih Besar dari GOR Pangsuma

Syahriani Siregar • Senin, 10 Juli 2023 | 19:12 WIB
GOR TERPADU: Gubernur Sutarmidji saat melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan GOR terpadu di Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (8/7). (BIRO ADPIM KALBAR FOR PONTIANAK POST)
GOR TERPADU: Gubernur Sutarmidji saat melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan GOR terpadu di Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak, Sabtu (8/7). (BIRO ADPIM KALBAR FOR PONTIANAK POST)
PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi memulai pembangunan gedung olahraga (GOR) terpadu di Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak. Pemancangan tiang pertama pembangunan GOR yang berkapasitas lebih besar dari GOR Pangsuma itu, dilakukan oleh Gubernur Sutarmidji, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Harisson, dan beberapa kepala perangkat daerah lainnya, Sabtu (8/7).

Gubernur Sutarmidji mengungkapkan, pembangunan GOR terpadu tersebut dalam rangka mendukung pengembangan olahraga di Kalbar. Apalagi kondisi GOR Pangsuma yang ada saat ini, dinilai sudah kurang memadai, dan perlu direnovasi secara keseluruhan.

“Ini (GOR terpadu) nanti bisa fungsional (tahun 2023) tapi belum selesai 100 persen. Cuma saya minta karena ini (dari perencanaan) kapasitasnya kurang lebih 4.000 (penonton), mumpung kita (baru) membangun, lahannya masih ada, bagusnya ditambah, jadikan 5.000 (penonton). Maka (ukuran) GOR-nya itu sekarang 70 (meter) lebar, kali 50 (meter), jadikan tambah 20 meter (lagi),” ungkap Sutarmidji.

Untuk peningkatan luas bangunan sekitar 20 meter itu, ia memperkirakan cukup menambah anggaran antara Rp15 miliar sampai Rp20 miliar. Sementara penyelesaian hingga tuntas semua, GOR tersebut bisa dibangun secara tahun jamak hingga 2024 mendatang.

“Jadi kita sudah punya ini (GOR yang lebih besar). Karena beberapa kegiatan-kegiatan seperti liga futsal, kemarin Kapolda Cup (voli), dan sebagainya, itu lapangan tidak memadai, penontonnya membludak, banyak yang tidak bisa masuk,” ujarnya.

Midji-sapaan karibnya berpendapat semangat masyarakat Kalbar untuk berolahraga harus terus ada, dan ditingkatkan. Dengan adanya GOR yang lebih besar, modern, dan representatif itu, bisa digunakan untuk pengembangan cabang olahraga (cabor) unggulan seperti bulu tangkis, voli, basket, futsal, dan lainnya.

“Bangunan yang lama (GOR Pangsuma) rehab total, tetap juga berfungsi masih. Kan kita kurang sarana prasarana (olahraga),” katanya.

Keberadaan GOR yang dibangun dengan anggaran gedung hampir mencapai Rp50 miliar itu, juga dinilai lebih strategis. Aksesnya yang melalui Jalan MT Haryono, tidak akan mengganggu lalu lintas di jalan protokol, seperti GOR Pangsuma yang menggunakan Jalan Ahmad Yani.

“MT Haryono ini tidak akan ganggu lalu lintas, bayangkan kalau A Yani ditutup (ketika ada acara di Pangsuma), sehingga bagusnya di sini. Kapasitas yang besar (acaranya) di sini, kapasitas yang sedang di sana (Pangsuma),” terangnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap ke depan fasilitas olahraga yang lain juga perlu terus dibangun di kompleks Gelora Khatulistiwa Pontianak. Seperti disebutkan dia, velodrome untuk para atlet sepeda. Meski diakuinya, kawasan dengan total lahan mencapai sekitar 18 hektare itu, masih kurang untuk dibangun berbagai fasilitas olahraga yang lengkap.

“Karena ke depan kita (Kalbar) harus punya obsesi mau jadi tuan rumah PON (Pekan Olahraga Nasional) misalnya, mungkin 10-20 tahun lagi. Bisa bayangkan Palembang itu bagaimana majunya ketika (tuan rumah) Asian Games (2018), itu bisa mengangkat daerah, dan fasilitas olahraganya (jadi) sangat (bagus),” paparnya.

Untuk itulah ia merasa fasilitas olahraga harus terus dibangun dari sekarang, seperti GOR tersebut yang murni dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov. Sehingga terus ada perbaikan sarana prasarana olahraga, kemudian Kalbar juga akan semakin siap, jika memang suatu waktu ditunjuk sebagai tuan rumah event olahraga berskala besar.

“Tapi kalau kita sarana prasarana olahraganya tidak ada, mau mengusulkan apapun (sebagai tuan rumah) tidak bisa. Termasuk lapangan atletik itu sudah perlu direhab total, sepak bola nanti kita coba cari rumput,” ucapnya.

Selain itu, Midji berharap pembangunan GOR terpadu itu bisa selesai sesuai harapan. Mengingat masa jabatannya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Ria Norsan sudah akan berakhir pada 5 September 2023 mendatang.

“Tapi siapa pun yang jadi Pj (penjabat) gubernur ke depan itu, jangan misalnya bangun GOR, (diprotes) jalan masih banyak rusak (GOR tidak dilanjutkan). Ya jalan dibangun juga, GOR fasilitas olahraga (dibangun juga),” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar Iskandar Zulkarnaen menambahkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan pihak konsultan, agar segera menindaklanjuti keinginan gubernur menambah kapasitas GOR tersebut. Yang pasti kapasitas GOR terpadu yang baru, memang harus lebih besar dari GOR Pangsuma.

“Tadi dia (konsultan) sudah dibilang seperti apa kondisinya, nanti didiskusikan secara teknis dengan pelaksanaanya. Awalnya (kapasitas) 4.000 (orang), lalu Pak Gubernur mintakan 5.000, kita lihat, kalau memang kita siasati konstruksinya bisa terpenuhi 5.000 ya cukup dengan konstruksi yang ada, desain yang ada. Tapi kalau tidak cukup, kita perluas area,” paparnya.

Mengenai anggaran, Zulkarnaen menyebutkan total secara keseluruhan pembangunannya butuh sekitar Rp70 miliar. Terdiri dari Rp50 miliar untuk bangunan gedung, dan Rp20 miliar untuk pagar serta jalan akses. Sehingga di lokasi tersebut akan terbagi menjadi dua kegiatan pembangunan.

“Rp20 miliar (untuk pagar dan jalan akses) itu dalam proses tender. Jadi kami harapkan secara simultan pagar (dan jalan akses) dilaksanakan, gedung juga dilaksanakan (pembangunannya),” ungkapnya.

Untuk pembagiannya, tahun ini telah dianggarkan Pemprov sekitar Rp50 miliar. Sementara sisanya dilanjutkan tahun depan. Dengan harapan, ide positif dari gubernur untuk membangun GOR ini bisa sukses terlaksana hingga selesai. Karena dampaknya dinilai baik untuk peningkatan fasilitas olahraga, serta tampilan kawasan kompleks olahraga yang lebih bagus di Kota Pontianak.

“Jadi jangan asumsi diresmikan pemancangan tiang pertama ini harus selesai tahun ini, tidak, ini bertahap, dalam artian kita jadikan ini (gedung) fungsional (dulu), pun bisa (tetap) difungsikan jika mendesak. Kita punya GOR Pangsuma masih bisa diandalkan, sebelum ini (jadi) jadi, ya kita pakai di sana, tapi kalau memang ini selesai, maka kita punya dua GOR,” pungkasnya. (bar) Editor : Syahriani Siregar
#GOR Terpadu #pembangunan #GOR PANGSUMA