Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Makna dan Keutamaan 1 Muharram: Bulan Suci, Awal Tahun Baru Islam 1447 H

Miftahul Khair • Jumat, 27 Juni 2025 | 14:46 WIB
Ilustrasi bulan Muharram.
Ilustrasi bulan Muharram.

PONTIANAK POST – Tanggal 1 Muharram 1447 H yang menandai pergantian tahun baru Islam akan jatuh pada 27 Juni 2025 di Indonesia.

Penetapan ini didasarkan pada hasil pengamatan hilal atau rukyat, sehingga mungkin terjadi perbedaan penanggalan di wilayah lain.

Bulan Muharram bukan hanya sebagai awal kalender Hijriah, tetapi juga tergolong salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, sebagaimana dikutip dari Islamic Finder.

Makna dan Sejarah Muharram

Secara bahasa, “Muharram” berarti “yang diharamkan”, merujuk pada larangan untuk melakukan peperangan atau tindakan kekerasan selama bulan tersebut, sesuai dengan QS At-Taubah ayat 5.

Bulan ini menjadi momen bagi umat Islam untuk memperdalam ibadah, melakukan refleksi diri, dan memperbaiki akhlak.

Sebelum sistem kalender Hijriah digunakan, umat Islam mengandalkan peristiwa-peristiwa penting untuk menghitung tahun, seperti Am Al-Fil—tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kalender Hijriah sendiri ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, dengan peristiwa hijrah Nabi ke Madinah pada 622 Masehi sebagai tahun pertamanya. Oleh karena itu, 1 Muharram menjadi awal perhitungan tahun Islam.

Keutamaan Puasa di Muharram

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah puasa, terutama pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura.

Pada masa awal Islam, puasa Asyura sempat diwajibkan, namun kemudian menjadi sunnah setelah puasa Ramadhan ditetapkan sebagai rukun Islam.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan ini adalah puasa sunnah paling utama setelah Ramadhan (HR. An-Nasai: 1613).

Karenanya, datangnya 1 Muharram 2025 menjadi waktu yang tepat untuk memulai amalan-amalan ibadah sunnah, khususnya puasa.

Hari Asyura dan Nilai Historisnya

Hari Asyura, yang jatuh pada 10 Muharram (diperkirakan jatuh pada 6 Juli 2025), merupakan hari yang paling mulia di bulan ini.

Rasulullah SAW menjanjikan penghapusan dosa selama satu tahun sebelumnya bagi mereka yang berpuasa di hari tersebut.

Selain keutamaannya dalam ibadah, Asyura juga memiliki nilai sejarah tinggi.

Pada hari inilah, Nabi Musa AS diselamatkan dari kejaran Fir’aun bersama kaumnya. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pertolongan Allah terhadap para nabi dan orang-orang beriman.

Meluruskan Mitos Seputar Muharram

Meskipun Muharram dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, masih banyak beredar mitos keliru, salah satunya adalah anggapan bahwa Muharram adalah bulan sial karena tragedi Karbala.

Padahal, menurut hadis Sahih Muslim: 1163 (a) dan Tirmidzi: 438, Muharram adalah bulan Allah yang penuh rahmat dan kemuliaan.

Tragedi Karbala yang menimpa Sayyidina Husein RA, cucu Rasulullah, justru menambah nilai keteladanan dan spiritualitas bulan ini melalui pengorbanannya di jalan kebenaran.

Dengan demikian, 1 Muharram 2025 yang jatuh pada 27 Juni seharusnya menjadi momen refleksi, memperkuat niat beribadah, serta memperbaiki kualitas hidup spiritual, bukan menjadi sumber ketakutan atau kepercayaan tak berdasar. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#makna #keutamaan #muharram