Menjaga adab bertamu merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam agar hubungan sosial tetap harmonis dan penuh keberkahan.
Mengucapkan Salam dan Meminta Izin
Salah satu adab utama dalam bertamu adalah mengucapkan salam serta meminta izin sebelum masuk ke rumah orang lain.
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam juga mengajarkan agar tidak masuk tanpa izin dan tidak mengintip ke dalam rumah orang lain.
Memperhatikan Waktu Bertamu
Islam mengajarkan agar tamu memperhatikan waktu saat berkunjung. Jangan sampai kehadiran justru merepotkan tuan rumah.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan pentingnya menghargai privasi dan waktu orang lain.
Hal ini menjadi penting saat Lebaran, ketika tuan rumah biasanya menerima banyak tamu.
Menjaga Sikap dan Tidak Berlebihan
Saat bertamu, penting untuk menjaga tutur kata, bersikap sopan, serta tidak berlama-lama tanpa keperluan.
Dalam kitab A l-Adab Al-Mufra, Imam Bukhari menjelaskan pentingnya menjaga kenyamanan tuan rumah dan tidak memberatkan mereka.
Batas Waktu Bertamu Menurut Hadis
Ustadz Tajudin Arafat mengutip hadis dalam Shahih Bukhari terkait batas waktu bertamu. Ia menjelaskan bahwa waktu ideal bertamu adalah sehari semalam, dengan batas maksimal tiga hari.
“Lebih dari itu, bukan lagi disebut tamu, melainkan sudah seperti menjadi tanggungan tuan rumah,” ujarnya.
Perhatikan Cara Makan Saat Bertamu
Lanjut Ustadz Tajudin, selain waktu adab makan juga menjadi perhatian dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam mengajarkan etika sederhana ketika bertamu namun bermakna.
“Wahai anak muda, bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu.”
Adab ini menunjukkan pentingnya menjaga kesopanan serta menghargai tuan rumah.
Menyambung Kebahagiaan
Di akhir tausiahnya Ustadz Tajuddin menegaskan tujuan utama bertamu saat Lebaran adalah menyambung kebahagiaan, bukan menambah beban.
“Bijaklah dalam bersilaturahmi. Jangan sampai niat baik justru menyulitkan orang lain,” pungkasnya.
Dengan memahami dan menerapkan adab bertamu sesuai sunnah, tradisi Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bernilai ibadah yang membawa keberkahan.
Wallahua’lam Bisshowab
Editor : Silvina