Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Perbanyaklah Sholawat di Hari Jumat, Ada  Hikmah dan Pesan Rasulullah

Silvina • Jumat, 17 April 2026 | 14:09 WIB

 

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Pontianak Bersholawat di hadapan puluhan ribu umat muslim beberapa tahun lalu. (IST)
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin Pontianak Bersholawat di hadapan puluhan ribu umat muslim beberapa tahun lalu. (IST)

 

PONTIANAK POST –Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam  menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Khususnya pada malam dan hari Jumat. Amalan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah.

Ulama Indonesia, Buya Arrazy Hasyim, mengajak umat Islam untuk menjadikan momen Jumat sebagai waktu memperbanyak sholawat. Ia menekankan sholawat merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.

“Rasulullah berpesan sejak 14 abad yang lalu, banyak-banyaklah bersholawat kepadaku, khususnya di hari Jumat,” ujarnya dalam sebuah kajian yang dibagikan melalui kanal YouTube.

Sholawat sebagai Bukti Cinta kepada Rasulullah

Dalam penjelasannya, Buya Arrazy Hasyim menyebut orang yang memiliki kecintaan kepada Rasulullah akan senantiasa membasahi lisannya dengan sholawat.

Menurutnya, memperbanyak sholawat bukan hanya ibadah, tetapi juga cara untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.

“Beruntunglah orang yang di dalam hatinya ada cinta kepada Rasulullah. Tingkatkan cinta itu dengan memperbanyak sholawat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan orang yang banyak bersholawat akan mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah di hari kiamat kelak.

 

Hadis tentang Sholawat di Hari Jumat

Anjuran memperbanyak sholawat di hari Jumat juga ditegaskan dalam hadis nabi: 

“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat.” (HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga amalan sholawat menjadi lebih utama untuk dilakukan.

Sholawat dan Alam Bawah Sadar

Lebih lanjut, Buya Arrazy Hasyim menjelaskan  apa yang sering dibaca, didengar, dan diingat oleh seseorang akan tersimpan dalam alam bawah sadar.

Jika seseorang terbiasa membaca sholawat, maka hal itu akan tertanam kuat dalam hati dan pikirannya. Bahkan, menurutnya, hal tersebut dapat memengaruhi pengalaman spiritual seseorang, termasuk saat bermimpi.

“Jika kita menabung dzikir dan sholawat dalam hati, maka itu akan masuk ke alam bawah sadar kita,” ujarnya.

Harapan Bertemu Rasulullah dalam Mimpi

Dalam kajiannya, ia juga menyebut memperbanyak sholawat dapat menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad  Shallallahu’alaihiwasallam.

“Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia benar-benar melihatku.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Buya Arrazy Hasyim, mimpi tersebut menjadi bentuk hiburan dan anugerah bagi orang-orang beriman yang senantiasa mengingat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadikan Sholawat sebagai Kebiasaan

Meski dianjurkan secara khusus pada malam dan hari Jumat, Buya Arrazy Hasyim mengingatkan bagi pecinta Rasulullah, setiap hari sejatinya adalah waktu untuk bersholawat.

Dengan membiasakan diri membaca sholawat, umat Islam diharapkan dapat menjaga hubungan spiritual, menenangkan hati, serta memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallhu’alaihiwasallam.

Wallahua’lam bishoawab

Editor : Silvina
#dekat dengan masyarakat #Hikmah #Sholawat #rasulullah