PONTIANAK POST – Banyak orang tanpa sadar melakukan dosa yang dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar di akhirat kelak. Hal ini diungkapkan Ustadz Syafiq Riza Basalamah.
Dalam sebuah kajian ia menyebutkan ada dosa yang sering dilakukan manusia setiap hari tanpa disadari. “Tapi banyak di antara kita merasa itu hal yang remeh,” ujarnya.
Padahal, dosa tersebut bisa menjadi beban berat yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Subhanahuwata’ala di hari kiamat.
Baca Juga: Hukum Salat Pakai Kaos Kaki atau Sepatu, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Lebih Berat dari Zina dan Mencuri
Menurut penjelasan Ustadz Syafiq, dosa tersebut bahkan lebih berat dibandingkan dosa besar seperti zina dan mencuri.
“Dosa apa? Dosa meninggalkan salat fardhu,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam agar tidak meremehkan kewajiban salat. Sebab, semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Baca Juga: Bolehkah Mengobrol Saat Wudhu? Ini Hukum dan Adabnya Menurut Ulama Fiqih
Diperdebatkan Status Keislamannya
Lebih lanjut ia jelaskan, para ulama memiliki pandangan serius terhadap orang yang meninggalkan salat. Bahkan, status keislamannya diperselisihkan.
“Cukup sebagai bukti besarnya dosa orang yang meninggalkan salat, keislamannya diperselisihkan oleh para ulama,” timpalnya.
Hal ini menunjukkan meninggalkan salat bukan sekadar kelalaian biasa, tetapi termasuk dosa yang sangat besar.
Pembeda Antara Muslim dan Kafir
Ustadz Syafiq juga mengutip sabda Nabi Muhammad shallallahu’alahiwasallam yang menegaskan salat menjadi pembeda antara seorang Muslim dengan orang kafir.
Artinya, meninggalkan salat dapat mengancam identitas keimanan seseorang jika dilakukan dengan sengaja dan terus-menerus.
Perintah Salat Tegas dalam Al-Qur’an
Salat merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim. Perintahnya ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Al-Baqarah ayat 43 yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat dan menunaikan zakat.
Baca Juga: Kisah Ulama Salaf Menjaga Ibadah Setelah Ramadan, Teladan Istiqamah Sepanjang Tahun
Selain itu, dalam Surah An-Nisa ayat 103 dijelaskan salat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman.
Segera Bertaubat dan Perbaiki Diri
Ustadz Syafiq mengingatkan agar setiap Muslim segera menjauhi dosa tersebut dan memperbaiki diri. Jika terlanjur meninggalkan salat, maka jalan terbaik adalah bertaubat kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Allah Subhanahuwata’ala Maha Pengampun dan akan menerima taubat hamba-Nya yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.
Baca Juga: Pahala Besar Dibalik Puasa Syawal dan Cara Menunaikannya Menurut Ulama
Jangan sampai seseorang menyesal di akhirat karena dosa yang dianggap remeh ternyata lebih berat daripada yang dibayangkan.
Penutup: Salat sebagai Penyelamat di Dunia dan Akhirat
Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga penentu keselamatan hidup seorang Muslim. Dengan menjaga salat, seseorang tidak hanya menjaga hubungannya dengan Allah, tetapi juga menjaga keselamatan dirinya di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk tidak meremehkan salat dan menjadikannya sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina