PONTIANAK POST - Sebentar lagi musim haji akan segera tiba. Jemaah haji dari berbagai negara di dunia bersiap menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, termasuk dari Indonesia.
Pada tahun 2026 ini, ratusan ribu jemaah Indonesia dijadwalkan berangkat secara bertahap. Momen ini tentu telah lama dinantikan para calon jemaah yang telah menunggu giliran keberangkatan.
Tradisi Walimatus Safar di Indonesia
Sebelum berangkat ke Mekkah, masyarakat Indonesia umumnya menggelar syukuran haji atau yang dikenal dengan istilah walimatus safar.
Baca Juga: Melihat Perang di Zaman Rasulullah dan Pesan Kemanusiaannya
Acara ini biasanya dihadiri keluarga, kerabat, dan orang terdekat. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan doa bersama agar calon jemaah diberikan keselamatan, perlindungan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.
Sebagai sesama Muslim, dianjurkan untuk turut mendoakan mereka yang akan berangkat agar selamat hingga kembali ke Tanah Air.
Doa untuk Jemaah Haji yang Diajarkan Rasulullah SAW
DIlansir dari laman Rumasyho.Com oleh Muhammad Abduh Tausikal, Msc, terdapat doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam untuk orang yang akan melakukan perjalanan jauh, termasuk ibadah haji.
زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin : Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.
Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada.”
Doa ini diriwayatkan dari sahabat Anas RA. Dalam hadis disebutkan bahwa seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam untuk meminta bekal saat hendak bepergian. Rasulullah pun memberikan doa tersebut sebagai bentuk bekal spiritual dalam perjalanan.
Doa Perpisahan Saat Safar
Selain itu, terdapat pula doa yang biasa diucapkan oleh orang yang hendak bepergian kepada keluarga yang ditinggalkan.
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Latin : “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu
Artinya : “Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan titipan-Nya.”
Doa ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan ketika seseorang hendak melakukan perjalanan jauh, termasuk ibadah haji.
Baca Juga: Mengenal Budaya Ngalase di Bulan Syawal, Dari Doa Bersama Hingga Silaturahmi di Atas Kapal
Makna dan Harapan dari Doa Syukuran Haji
Pada dasarnya, ibadah haji merupakan bagian dari safar atau perjalanan panjang. Oleh karena itu, doa-doa yang dibaca saat syukuran haji merujuk pada doa safar yang diajarkan dalam hadis.
Melalui doa tersebut, diharapkan para jemaah haji mendapatkan perlindungan, kemudahan, serta keberkahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Semoga seluruh jemaah haji tahun ini diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur atau hajjah mabruroh. Aamiin.
Wallahua'lam bishawab. (*)
Editor : Silvina