PONTIANAK POST – Setiap muslim tentu ingin menunaikan ibadah salat dengan sebaik-baiknya. Selain menjaga salat wajib tepat waktu dan berjamaah, Islam juga mengajarkan amalan pelengkap berupa salat sunnah.
Dilansir dari laman Muhammadiyah, salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan adalah salat sunnah rawatib. Ibadah ini menjadi sarana penyempurna salat wajib yang mungkin masih memiliki kekurangan.
Baca Juga: Manasik Haji 2026 Kayong Utara Diikuti 12 Jamaah, Persiapan Ibadah Dilakukan Sejak Dini
Apa Itu Salat Sunnah Rawatib?
Salat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat fardhu. Karena berkaitan langsung dengan salat wajib, rawatib menjadi amalan yang rutin dicontohkan Rasulullah Shallallahu’alaihwasallam.
Secara umum, rawatib dibagi menjadi dua jenis:
Baca Juga: Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bersama Warga Jayawijaya Gelar Bakti Sosial Bersihkan Tempat Ibadah
Qabliyah, yaitu salat sunnah sebelum salat wajib
Ba’diyah, yaitu salat sunnah sesudah salat wajib
Tiga Salat Sunnah yang Dianjurkan Rutin
Baca Juga: Tanda-Tanda Ibadah Ramadan Diterima, Cek Apakah Anda Mengalaminya
Selain rawatib, ada dua salat sunnah lain yang juga dianjurkan dilakukan secara rutin, yaitu:
Salat Dhuha, sebagai bentuk syukur dan kebahagiaan kepada Allah
Salat Tahajud, salat malam yang dilakukan setelah tidur
Baca Juga: Kisah Ulama Salaf Menjaga Ibadah Setelah Ramadan, Teladan Istiqamah Sepanjang Tahun
Namun, rawatib menjadi amalan yang paling dekat dengan salat wajib karena mengiringi lima waktu salat harian.
Pilihan Salat Sunnah Rawatib
Salat rawatib dibedakan berdasarkan intensitas Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam melaksanakannya, yaitu:
Baca Juga: Bupati Ketapang Serahkan Hibah Rp10 Miliar, Prioritaskan Rumah Ibadah dan Operasional Organisasi
1. Rawatib Muakkadah
Salat sunnah yang sangat dianjurkan dan rutin dikerjakan Nabi Shallallahu’alaihiwasallam
Berdasarkan riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah mencontohkan 10 rakaat rawatib:
Baca Juga: Pembekalan Jemaah Calon Haji dari Kalbar: Layanan Berbasis Digital Bisa Ubah Wajah Ibadah Haji
* 2 rakaat sebelum Zuhur
* 2 rakaat sesudah Zuhur
* 2 rakaat sesudah Magrib
Baca Juga: PLN Pastikan Keandalan Listrik Dukung Kelancaran Ibadah Jumat Agung dan Paskah di Pontianak
* 2 rakaat sesudah Isya
* 2 rakaat sebelum Subuh
2. Rawatib 12 Rakaat
Dalam riwayat Ummu Habibah disebutkan, siapa yang menjaga 12 rakaat salat sunnah setiap hari akan dibangunkan rumah di surga.
Susunannya:
Baca Juga: Hukum Salat Pakai Kaos Kaki atau Sepatu, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
* 4 rakaat sebelum Zuhur
* 2 rakaat sesudah Zuhur
* 2 rakaat sesudah Magrib
Baca Juga: Ingin Pahala Maksimal Salat Jumat, Lakukan Amalan Ini Sesuai Sunnah Nabi
* 2 rakaat sesudah Isya
* 2 rakaat sebelum Subuh
Waktu yang Dilarang untuk Salat Sunnah
Baca Juga: Pemkab Sanggau Salurkan Hibah Rumah Ibadah Rp6,06 Miliar, Turun 31 Persen dari Tahun Lalu
Ada waktu tertentu yang tidak diperbolehkan untuk salat sunnah, yaitu:
* Setelah salat Subuh hingga matahari terbit
* Setelah salat Ashar hingga matahari terbenam
Baca Juga: Hukum Salat Pakai Kaos Kaki atau Sepatu, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Karena itu, pelaksanaan rawatib dilakukan sesuai waktu yang dicontohkan Nabi Shallallahu’alaihiwasallam.
Lebih Utama di Rumah
Untuk salat sunnah setelah Magrib, Isya, dan Jumat, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam lebih sering mengerjakannya di rumah. Namun jika sedang di perjalanan atau jauh dari rumah, boleh dilakukan di masjid atau musala.
Baca Juga: Mengantuk Saat Salat, Haruskah Dipaksakan? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Penutup
Salat sunnah rawatib adalah amalan ringan namun besar manfaatnya. Selain menambah pahala, ibadah ini membantu menyempurnakan salat wajib dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Meluangkan beberapa menit setiap hari untuk rawatib bisa menjadi langkah sederhana menuju kualitas ibadah yang lebih baik.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina