PONTIANAK POST– Salat khusyuk menjadi dambaan setiap Muslim. Namun, menghadirkan ketenangan dan fokus saat salat sering kali tidak mudah.
Ustadz Abdul Somad membagikan sejumlah tips sederhana agar ibadah salat bisa lebih khusyuk dan bermakna.
Menurutnya, kekhusyukan tidak hanya dimulai ketika takbiratul ihram, tetapi sejak seseorang bersiap mengambil air wudhu. Persiapan lahir dan batin sangat menentukan kualitas salat seseorang.
Baca Juga: Mengenal Salat Sunnah Rawatib, Ibadah Pelengkap yang Sayang Dilewatkan
Khusyuk Dimulai Sejak Berwudhu
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, saat berwudhu sebaiknya seseorang menjaga keseriusan hati. Ketika membasuh tangan, wajah, hingga mengusap kepala, dianjurkan tidak banyak bercakap-cakap.
Wudhu bukan sekadar membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi momen menenangkan hati sebelum berdiri menghadap Allah Subhanahuwata’ala.
Baca Juga: Perbedaan Salat Laki-Laki dan Perempuan, Ini Penjelasan Lengkapnya
Jaga Sikap dari Tempat Wudhu ke Tempat Salat
Setelah selesai berwudhu, umat Islam dianjurkan langsung menuju tempat salat dengan tenang. Hindari banyak bergerak tanpa perlu atau bercanda yang dapat memecah konsentrasi.
Langkah menuju tempat salat juga bagian dari persiapan batin agar hati tetap terjaga dalam suasana ibadah.
Baca Juga: Tanda-Tanda Ibadah Ramadan Diterima, Cek Apakah Anda Mengalaminya
Jawab Azan dan Hindari Percakapan
Saat mendengar azan, umat Islam dianjurkan menjawab lafaz azan dengan khidmat. Ketika muazin mengucapkan hayya ‘alash shalah, maknanya adalah ajakan untuk segera mendirikan salat.
Karena itu, waktu azan sebaiknya tidak diisi dengan obrolan yang tidak perlu agar hati semakin siap menyambut panggilan Allah.
Baca Juga: Kemuliaan Salat Fardhu Tepat Waktu, Dari Dicintai Allah hingga Selamat dari Api Neraka
Bacaan Salat Harus Diucapkan dan Didengar
Dalam salat, bacaan tidak cukup hanya dibaca dalam hati tanpa gerakan mulut. Ustadz Abdul Somad menekankan bacaan salat sebaiknya diucapkan dengan lisan dan didengar oleh telinga sendiri.
Jika sedang salat berjamaah, makmum dianjurkan mendengarkan bacaan imam. Pengaturan napas saat membaca juga penting agar bacaan lebih tenang dan tidak tergesa-gesa.
Baca Juga: Mengantuk Saat Salat, Haruskah Dipaksakan? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Pahami Arti Bacaan Salat
Khusyuk akan lebih mudah hadir ketika seseorang memahami arti bacaan salat. Saat mengetahui makna doa dan ayat yang dibaca, hati akan lebih terhubung dengan ibadah yang dijalankan.
Karena itu, mempelajari arti bacaan salat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Baca Juga: Salat Tarawih Berjamaah di Masjid Keraton Sintang, Norsan Ajak Warga Perbanyak Sedekah
Makna Khusyuk di Hadapan Allah
Secara bahasa, khusyuk mengandung makna merendahkan diri, tenang, dan tunduk sepenuhnya. Adapun secara istilah, khusyuk adalah merendahkan diri di hadapan Allah dengan merasa tidak memiliki daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya.
Sikap inilah yang membuat seorang hamba merasa kecil di hadapan kebesaran Allah Subhanahuwata’ala dan semakin sungguh-sungguh dalam salatnya.
Baca Juga: Ustadz Syafiq Riza Basalamah Sebut Dosa Meninggalkan Salat Lebih Berat dari Zina
Pikiran Melayang Saat Salat?
Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan, jika saat salat pikiran sesekali melayang, hal itu manusiawi. Yang terpenting adalah berusaha terus mengembalikan fokus kepada bacaan dan gerakan salat.
Dengan latihan yang konsisten, kekhusyukan akan semakin mudah diraih dari waktu ke waktu.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina