PONTIANAK POST-Masih banyak praktik di tengah masyarakat yang dianggap sebagai tradisi, padahal sejatinya termasuk dalam perbuatan syirik. Hal ini disampaikan dalam tulisan Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak dalam majalah Asy Syariah.
Kesyirikan kerap muncul dalam balutan adat-istiadat yang diwariskan turun-temurun, sehingga sebagian orang melakukannya tanpa menyadari hal tersebut dapat merusak akidah.
Syirik, Bahaya yang Mengancam Keimanan
Baca Juga: Waspada Syirik, Dosa Besar Paling Besar yang Menghapus Amal
Dalam ajaran Islam, syirik merupakan dosa besar yang harus dijauhi. Bahkan Nabi Muhammad telah mengingatkan syirik termasuk dosa paling besar.
Banyak orang mengetahui larangan ini, namun karena kurangnya pemahaman, praktik syirik tetap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
12 Bentuk Kesyirikan yang Dianggap Biasa
Baca Juga: Apa Itu Syirik? Begini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Ajaran Islam
Berikut beberapa bentuk kesyirikan yang sering dianggap sebagai tradisi:
1. Tathayyur (Anggapan Sial), menganggap hari, tempat, atau kejadian tertentu membawa sial, seperti menentukan hari baik untuk menikah atau berdagang.
2. Tamimah (Jimat), menggantungkan benda tertentu untuk menolak bala, baik pada anak, rumah, maupun kendaraan.
Baca Juga: Minuman Tradisional Kini Tampil Modern dan Jadi Tren Sehat Anak Muda
3. Tiwalah, menggunakan benda atau praktik tertentu untuk membuat seseorang mencintai,pasangannya, termasuk keyakinan pada cincin tertentu.
4. Jampi-jampi, menggunakan mantra yang melibatkan bantuan jin atau selain Allah.
5. Perdukunan, mendatangi dukun untuk mengetahui nasib atau meminta solusi hidup, padahal hal ini dilarang keras.
Baca Juga: Gelar Lagi Tradisi Night Race, Ribuan Penggemar Saksikan Yamaha Cup Race Sidrap
6. Sembelihan untuk selain Allah, termasuk praktik seperti sedekah laut, ritual rumah baru, atau persembahan kepada makhluk halus.
7. Kesyirikan di kuburan, berdoa meminta pertolongan, atau bernazar kepada penghuni kubur.
8. Mencari berkah pada benda, menganggap benda seperti keris, cincin, atau pohon memiliki kekuatan khusus.
Baca Juga: Bangun Masjid Dekat Ahmadiyah, Midji Pastikan Tak Ikut Campur Soal Akidah
9. Sihir, mempelajari atau menggunakan sihir yang termasuk perbuatan kufur.
10. Sedekah bumi, memberikan sesaji untuk tujuan tertentu, seperti hasil panen.
11. Sesajen, persembahan kepada makhluk gaib dalam berbagai acara.
Baca Juga: Cenderung Berbuat Baik sebagai Tanda Keridhaan Allah SWT
12. Membungkuk sebagai penghormatan, memberikan penghormatan dengan cara membungkuk yang menyerupai ibadah.
Dalih Tradisi, Namun Bertentangan dengan Syariat
Banyak praktik di atas dilakukan dengan alasan mengikuti kebiasaan nenek moyang. Padahal, dalam Al-Qur'an, Allah telah menegaskan agar manusia tidak mengikuti tradisi yang bertentangan dengan kebenaran.
Baca Juga: Syawal di Zaman Kerajaan Islam, Jejaknya Hidup dalam Tradisi Melayu Kalbar
Tradisi yang tidak sesuai dengan syariat seharusnya ditinggalkan, bukan dipertahankan.
Pentingnya Memahami Tauhid
Seorang Muslim dituntut untuk memahami tauhid dengan baik agar dapat membedakan antara amalan yang benar dan yang menyimpang. Segala bentuk ibadah harus ditujukan hanya kepada Allah, tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun.
Kesadaran ini menjadi penting agar umat Islam tidak terjebak dalam praktik yang merusak keimanan.
Menjaga Akidah di Tengah Tradisi
Praktik kesyirikan yang dibungkus tradisi harus diwaspadai. Umat Islam perlu berani meninggalkan kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran agama.
Dengan memahami dan menjauhi syirik, diharapkan keimanan tetap terjaga dan kehidupan beragama menjadi lebih lurus sesuai tuntunan syariat.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina