PONTIANAK POST–Suara petir dan halilintar sering kali membuat sebagian orang merasa takut dan khawatir. Dalam ajaran Islam, terdapat amalan yang dianjurkan ketika mendengar gemuruh petir sebagai bentuk mengingat kebesaran Allah Subhanahuwata’ala.
Melalui penjelasan yang dikutip dari Rumaysho.Com oleh Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, disebutkan para sahabat Nabi memiliki bacaan tertentu saat mendengar suara petir atau guntur.
Doa Ketika Mendengar Petir
Baca Juga: Bermain Saat Hujan, Bocah Tewas Tersambar Petir
Dari riwayat ‘Ikrimah, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika mendengar suara petir mengucapkan:
*سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ*“Subhanalladzi sabbahat lahu.”. Artinya:“Mahasuci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya.”
Ibnu Abbas kemudian menjelaskan petir merupakan malaikat yang membentak awan untuk mengatur turunnya hujan, sebagaimana penggembala membentak hewannya. Riwayat ini disebutkan Imam Bukhari dalam kitab *Adabul Mufrod* nomor 722 dan dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani.
Baca Juga: Waspada Badai Siklon Tropis, Cuaca Ekstrem Mengintai Kalbar
Sementara itu, sahabat Nabi lainnya, Abdullah bin Az Zubair, juga memiliki doa yang dibaca ketika mendengar petir. Beliau menghentikan pembicaraan lalu membaca:
*سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ*“Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.” Artinya: “Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.”
Setelah itu beliau berkata: *إِنَّ هَذَا لَوَعِيْدٌ شَدِيْدٌ لِأَهْلِ الأَرْضِ*“Inilah ancaman yang sangat keras untuk penduduk suatu negeri.”
Baca Juga: Panduan Lengkap Salat Gerhana Bulan 3 Maret 2026: Bacaan Niat, Tata Cara hingga Jadwalnya
Riwayat tersebut terdapat dalam *Adabul Mufrod* nomor 723 dan dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani.
Makna Petir dalam Penjelasan Ulama
Dalam artikel tersebut dijelaskan doa yang paling banyak diamalkan ketika mendengar petir adalah: Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih.”
Baca Juga: Niat Puasa Ramadan: Waktu, Tata Cara, dan Bacaan yang Dianjurkan
Bacaan itu menjadi pengingat petir merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah Subhanahuwata’ala dan para malaikat sedang bertasbih kepada-Nya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam *Majmu’ Al Fatawa* menjelaskan suara gemuruh petir muncul dari gerakan awan yang digerakkan malaikat. Menurut beliau, setiap gerakan di alam semesta terjadi atas kehendak Allah melalui perantara malaikat.
Ia juga menerangkan suara petir merupakan suara keras yang mengatur awan, sedangkan kilatan petir adalah cahaya yang tampak dari awan tersebut.
Tidak Ada Hadis Marfu’ dari Nabi
Meski demikian, terdapat catatan penting terkait doa saat mendengar petir. Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan tidak terdapat hadis marfu’ atau riwayat langsung dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai doa tersebut.
Namun, amalan itu tetap diperbolehkan karena berasal dari atsar atau praktik para sahabat Nabi.
Baca Juga: Hujan Bukan Sekadar Cuaca, Tapi Saat Mustajab untuk Berdoa
Dalam fatwa tersebut disebutkan:“Barangsiapa yang mengamalkan dengan mencontoh para sahabat, maka tidak mengapa. Kami tidak mengetahui sedikit pun hadis yang marfu’ kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Karena itu, membaca doa ketika mendengar petir dapat menjadi bentuk dzikir dan pengingat akan kebesaran Allah Subhaanahuwata’ala i tengah fenomena alam yang terjadi.
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina