PONTIANAK POST– Perkembangan ilmu pengetahuan modern melahirkan berbagai corak penafsiran Al-Qur’an, salah satunya tafsir ilmiah atau tafsir ‘ilmi. Model penafsiran ini berusaha mengaitkan ayat-ayat kauniyah dengan penemuan sains modern, termasuk pembahasan mengenai asal-usul manusia dan teori evolusi Darwin.
Salah satu tokoh yang dikenal aktif mengembangkan pendekatan tersebut adalah Harun Yahya. Dalam berbagai karya dan kajiannya, Harun Yahya secara tegas menolak teori evolusi yang digagas Charles Darwin, terutama terkait anggapan bahwa manusia berasal dari nenek moyang kera.
Tafsir Ilmiah dan Perdebatan Teori Evolusi
Baca Juga: Kronologi Konflik Internal MABT: Tafsir Masa Jabatan hingga Gelaran Imlek dan Cap Go Meh
Dalam penelitian yang dimuat di laman akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dijelaskan bahwa Harun Yahya menggunakan pendekatan historis kritis dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an mengenai penciptaan manusia.
Penafsiran tersebut memadukan dalil-dalil Alquran dengan hasil penelitian antropologi, paleontologi, dan biologi modern. Harun Yahya juga mengutip sejumlah ilmuwan seperti Roy Britten untuk mendukung argumentasinya mengenai kelemahan teori evolusi Darwin.
Manusia Diciptakan Allah, Bukan Hasil Evolusi
Baca Juga: Ketapang Waspada Hantavirus: Dinkes Pastikan Kasus Kematian Tidak Menular Antar-Manusia
Menurut Harun Yahya, penciptaan manusia telah dijelaskan secara tegas dalam Alquran manusia merupakan ciptaan Allah Subhanahuwata’ala, bukan hasil perubahan spesies secara bertahap dari makhluk lain.
Sebagaimana firman-Nya :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah.” (QS. Al-Mu’minun: 12)
Baca Juga: Masjid 1001 Kubah Sambas Gelar Khataman Alquran dan Buka Puasa Bersama Malam Nuzulul Quran
Ayat tersebut dipahami sebagai penegasan asal-usul manusia berasal dari proses penciptaan langsung oleh Allah Subhanahuwata’ala, bukan hasil evolusi biologis seperti yang dipahami dalam teori Darwin.
Lima Alasan Harun Yahya Menolak Evolusi Darwin
Harun Yahya menyebut ada beberapa alasan utama yang menurutnya menjadi bukti runtuhnya teori evolusi Darwin.
Baca Juga: Menguji Teori Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman dan Catatan Kritisnya
1. Makhluk Hidup Tidak Berubah Menjadi Spesies Lain
Ia menilai tidak ada bukti nyata satu spesies dapat berubah menjadi spesies lain. Misalnya, ikan berubah menjadi amfibi, atau reptil berkembang menjadi burung.
2. Setiap Makhluk Memiliki Penciptaan Tersendiri
Baca Juga: Belajar Hidup dari Makhluk yang Hampir Kita Musnahkan
Menurutnya, tiap jenis makhluk hidup diciptakan secara terpisah dan tidak berasal dari leluhur yang sama.
3. Seleksi Alam Tidak Menciptakan Spesies Baru
Harun Yahya mengakui seleksi alam memang terjadi di alam, tetapi tidak pernah menghasilkan makhluk hidup jenis baru sebagaimana yang diklaim teori evolusi.
Baca Juga: Asal-usul Nama The Fast and the Furious, Sempat Ingin Pakai Judul Racer X
4. Catatan Fosil Dinilai Tidak Mendukung Evolusi
Ia juga menyoroti minimnya fosil transisional yang dianggap sebagai mata rantai perubahan antarspesies.
5. Kompleksitas DNA Dianggap Bukti Adanya Pencipta
Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Hitam Tanda Berkarakter Serius dan Tangguh, Ini Penjelasan Sainsnya
Harun Yahya menilai kerumitan struktur DNA dan tubuh makhluk hidup tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya perancangan yang sangat sempurna dari Sang Pencipta.
Alquran Menjadi Dasar Penolakan Evolusi
Selain pendekatan sains, Harun Yahya juga menjadikan ayat-ayat Alquran sebagai landasan utama penolakannya terhadap teori evolusi.
Baca Juga: Masjid Kapal Munzalan Gelar Ifthar Akbar untuk 320 Santri Yatim dan Penghafal Alquran
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah seperti Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya: ‘Jadilah’, maka jadilah ia.” (QS. Ali Imran: 59)
Baca Juga: Keteladanan Ali bin Abi Thalib : "Singa Allah" yang Kaya Ilmu
Ayat tersebut dipahami sebagai penjelasan bahwa Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan langsung oleh Allah Subhanahuawta’ala tanpa melalui proses evolusi biologis.
Perdebatan yang Masih Berlangsung
Hingga kini, perdebatan mengenai teori evolusi Darwin dan pandangan penciptaan manusia menurut agama masih terus berlangsung di kalangan ilmuwan maupun akademisi Islam.
Baca Juga: Ilmuwan Australia Kembangkan STimage, AI yang Bantu Deteksi Kanker Lebih Cepat
Sebagian kalangan menerima evolusi sebagai teori ilmiah yang terus dikembangkan, sementara sebagian lain menolaknya karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan konsep penciptaan manusia dalam Alquran.
Meski demikian, kajian tafsir ilmiah seperti yang dilakukan Harun Yahya menunjukkan bagaimana perkembangan sains modern terus memunculkan diskusi baru dalam memahami ayat-ayat kauniyah di dalam Alquran.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina