Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Benarkah Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat? Ini Penjelasan UAH

Silvina • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:54 WIB
Ilustrasi hewan kurban dan pekurban
Ilustrasi hewan kurban dan pekurban

 

PONTIANAK POST – Di tengah semangat umat Islam menyambut Hari Raya Iduladha, beredar berbagai riwayat tentang keutamaan ibadah kurban. Salah satu yang cukup populer adalah anggapan hewan kurban akan datang pada hari kiamat untuk menjadi kendaraan atau membantu orang yang berkurban melewati jembatan shirath.

Namun, Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan  riwayat tersebut tidak memiliki dasar hadis yang kuat. Bahkan, sejumlah ulama menilai hadis tersebut lemah hingga palsu.

Penjelasan itu disampaikan Ustaz Adi Hidayat dalam tayangan di kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini Ketentuan Hewan Kurban yang Sah dalam Islam

Hadis tentang Hewan Kurban Dinilai Lemah

Menurut Ustaz Adi Hidayat, banyak hadis yang berlebihan dalam menjelaskan keutamaan hewan kurban ternyata tidak ditemukan kekuatan sanadnya.

Beberapa ulama hadis bahkan menilai riwayat tersebut sangat lemah dan tidak memiliki asal yang jelas.

Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Minta Hewan Kurban Dipastikan Sehat Jelang Iduladha 2026

“Jangan bersandar pada hadis ini karena lemah, palsu, dan tidak ada asalnya,” jelas Ustaz Adi Hidayat dalam kajiannya.

Ia menerangkan  sejumlah ulama seperti Asy-Syaukani dan ahli hadis lainnya juga memberikan penilaian serupa terhadap riwayat tersebut. Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati dalam menyebarkan hadis yang belum jelas kebenarannya.

Makna Kiasan dalam Memilih Hewan Kurban Terbaik

 Baca Juga: Bolehkah Menyembelih Kurban pada Malam Hari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Meski hadis tersebut dinilai lemah, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan sebagian ulama memahami maknanya sebagai bentuk majas atau ungkapan kiasan.

Artinya, hewan kurban bukan benar-benar menjadi kendaraan secara fisik di akhirat, tetapi menggambarkan besarnya pahala yang diperoleh seseorang ketika memilih hewan kurban terbaik.

Semakin baik kualitas hewan kurban yang dipilih, maka semakin besar pula pahala yang didapatkan.Pahala itulah yang kemudian menjadi sebab kemudahan seseorang melewati shirathal mustaqim pada hari kiamat.

Baca Juga: Kurban, Aqiqah, atau Umrah, Mana yang Didahulukan Saat Dana Terbatas?

Pilih Hewan Kurban yang Sehat dan Bermanfaat

Dalam Islam, memilih hewan kurban yang sehat dan berkualitas memang sangat dianjurkan.Hal ini menunjukkan kesungguhan dan ketakwaan seorang hamba dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahuwata’ala.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman dalam Surah Al-Kautsar:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar: 2)

Baca Juga: Kisah Haru Pemulung Kumpulkan Uang Kurban Meski Hidup Serba Kekurangan

Menurut Ustaz Adi Hidayat, hewan seperti unta memiliki manfaat yang besar karena dapat memberi daging lebih banyak kepada masyarakat.

Karena itu, memilih hewan terbaik bukan sekadar simbol kemewahan, tetapi bentuk kesungguhan dalam beribadah dan berbagi manfaat kepada sesama.

Kurban Bukan Soal Gengsi, Tapi Ketakwaan

Baca Juga: Benarkah Kurban Sudah Ada Sejak Anak Nabi Adam? Begini Kisahnya

UAH juga menegaskan inti ibadah kurban bukan pada penampilan atau kebanggaan semata, melainkan ketakwaan kepada Allah Subhanahwata’ala.

Semangat memilih hewan terbaik harus dilandasi niat ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membantu sesama manusia. Sebagaiamana firman-Nya :

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ

Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Minta Hewan Kurban Dipastikan Sehat Jelang Iduladha 2026

“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS Al-Hajj: 37)

Ayat tersebut menegaskan nilai utama kurban terletak pada keikhlasan dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.

Memahami Dalil dengan Bijak

Baca Juga: Rukun Haji Lengkap dengan Dalil, Jamaah Wajib Memahami Sebelum Beribadah

Ustaz Adi Hidayat mengingatkan umat Islam agar memahami hadis dan dalil agama dengan hati-hati serta merujuk kepada penjelasan ulama yang kompeten.

Riwayat yang lemah tidak seharusnya dijadikan dasar keyakinan utama dalam beribadah. Namun, di balik riwayat tersebut tetap ada pesan penting agar umat Islam berusaha memberikan yang terbaik dalam ibadah kurban.

Karena semakin baik hewan yang dipilih dan semakin besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat, maka semakin besar pula pahala dan nilai ibadah di sisi Allah Subhanahuwata’ala.

Wallahua’lam bishawab  

Editor : Silvina
#hewan kurban jadi kendaraan #tunggangan di akhirat #jembatan shiratalmustaqim #kalimat kiasan #Ustaz Adi Hidayat