PONTIANAK POST – Hari Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah menjadi salah satu hari paling istimewa dalam Islam. Hari ini tidak hanya penting bagi jamaah haji yang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, tetapi juga bagi seluruh kaum Muslimin di dunia untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amal saleh.
Keutamaan Hari Arafah disebutkan dalam banyak hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan para ulama menyebut hari ini sebagai salah satu hari paling utama sepanjang tahun karena dipenuhi rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Hari Paling Utama di Sepuluh Awal Dzulhijjah
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Lengkap dengan Arti serta Keutamaannya
Ustadz Anas Burhanudin, MA dalam laman Almanhaj menjelaskan, keutamaan Hari Arafah tidak terlepas dari kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini.” (HR. Bukhari)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam Alquran : “Demi fajar, dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr: 1-2).
Para ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang di dalamnya terdapat Hari Arafah dan Iduladha.
Baca Juga: Jadwal Puasa Sunah Mei 2026 Lengkap: Ayyamul Bidh, Senin-Kamis, hingga Arafah, Jangan Terlewat!
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan siang hari pada sepuluh awal Dzulhijjah lebih utama dibanding hari-hari lain dalam setahun.
Hari Pembebasan dari Api Neraka
Salah satu keutamaan terbesar Hari Arafah adalah banyaknya hamba yang dibebaskan Allah dari api neraka. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka dibanding Hari Arafah.”
Baca Juga: Gubernur Kalbar Ingatkan Jemaah Haji Siapkan Fisik Prima Jelang Wukuf di Arafah
Hari ini menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak taubat, istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Bagi jamaah haji, Hari Arafah menjadi puncak ibadah haji dengan melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi kaum Muslimin yang tidak berhaji, kesempatan meraih pahala tetap terbuka melalui puasa dan doa.
Doa Hari Arafah Disebut Doa Terbaik
Baca Juga: Makkah, Tempat Doa-Doa Diijabah
Hari Arafah juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)
Adapun zikir yang dianjurkan pada hari tersebut adalah: “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir.
Wukuf di Arafah Jadi Rukun Haji Terpenting
Baca Juga: Haji Pakai Uang Korupsi Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama soal Syarat Haji Mabrur
Keutamaan Hari Arafah juga tampak dari ibadah wukuf yang menjadi inti pelaksanaan haji. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Al-hajju ‘Arafah , Haji itu adalah Arafah. (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan wukuf di Arafah merupakan rukun haji paling utama. Jamaah yang tidak melaksanakan wukuf dianggap tidak sah hajinya.
Puasa Arafah Hapus Dosa Dua Tahun
Baca Juga: Bolehkah Puasa Qadha dan Syawal Digabung ? Ini Penjelasan UAS dan Buya Yahya
Bagi Muslim yang tidak sedang berhaji, salah satu amalan paling dianjurkan adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa Hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya”. (HR. Muslim)
Keutamaan besar ini menjadikan puasa Arafah sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin.
Allah Subhanahuwata’alat juga berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Ali Imran: 133)
Baca Juga: Cerita Inspiratif Jamaah Haji 2026, Ada yang Daftar Sejak Usia Satu Tahun
Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah
Hari Arafah bukan sekadar hari biasa dalam kalender Islam. Hari ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat doa, memperbanyak zikir, membaca Alquran, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Dengan berbagai keutamaannya, kaum Muslimin dianjurkan memanfaatkan Hari Arafah sebaik mungkin agar meraih ampunan, rahmat, dan pahala besar dari Allah Azza wa Jalla.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina