PONTIANAK POST – Hari Raya Iduladha menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban. Menjelang pelaksanaannya, banyak masyarakat mulai mempertimbangkan jenis hewan kurban yang akan dipilih, mulai dari satu ekor kambing hingga patungan 1/7 sapi bersama beberapa orang.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam, pilihan kurban patungan sapi kini semakin populer karena dinilai lebih terjangkau. Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat, mana yang sebenarnya lebih utama atau afdhal menurut pandangan ulama: satu ekor kambing atau 1/7 sapi?
Mengutip penjelasan dari Lembaga Zakat Dompet Dhuafa, para ulama memiliki sejumlah pandangan menarik terkait persoalan tersebut.
Baca Juga: Hukum Kurban Online Menurut Ulama, Sahkah Berkurban Tanpa Hadir Langsung?
Kurban Kambing Dinilai Lebih Utama oleh Sebagian Ulama
Sebagian ulama berpendapat berkurban dengan satu ekor kambing secara individu lebih utama dibandingkan ikut patungan sapi atau unta.
Alasannya, orang yang berkurban dapat menyembelih hewannya sendiri secara utuh, sehingga nilai ibadah dan syiarnya dianggap lebih sempurna.
Baca Juga: Sembelihan Bisa Tidak Sah, Simak Syarat Penyembelih Hewan Kurban dalam Syariat Islam
Imam As-Syairazi Asy-Syafi’i mengatakan:
“Kambing sendirian lebih baik daripada urunan sapi tujuh orang.”
Pendapat ini juga disebut dalam sejumlah kitab fikih seperti Shahih Fiqh Sunnah dan Syarhul Mumthi. Selain itu, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam diketahui lebih sering berkurban dengan hewan secara utuh. Baik kambing, sapi, maupun unta, bukan dalam bentuk bagian tertentu seperti 1/7 sapi.
Baca Juga: Inilah Adab dan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Sunnah
Semakin Banyak Hewan, Semakin Besar Syiar Kurban
Para ulama juga menjelaskan semakin banyak hewan yang disembelih, maka semakin besar pula syiar dan manfaat sosial yang dirasakan masyarakat.
Dalam Islam, ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bentuk kepedulian kepada sesama.
Baca Juga: Hukum Memberikan Daging Kurban kepada Non-Muslim, Simak Pendapat Ulama
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya.”
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Himpun dan Salurkan 29 Hewan Kurban, Siap Didistribusikan H-1 Iduladha
Karena itu, keikhlasan tetap menjadi inti utama dalam ibadah kurban.
Ada Juga Ulama yang Mengutamakan Jenis Hewan Besar
Di sisi lain, sebagian ulama menilai hewan kurban yang lebih besar memiliki keutamaan tersendiri.
Baca Juga: Hukum Memberikan Daging Kurban kepada Non-Muslim, Simak Pendapat Ulama
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan urutan keutamaan hewan kurban dimulai dari unta, kemudian sapi, lalu kambing.
Pendapat serupa juga disampaikan Ibnu Qassim Al-Ghazi yang menilai dari sisi jenis hewan, unta dan sapi memiliki nilai lebih tinggi dibanding kambing.
Namun demikian, pendapat tersebut tetap tidak menafikan keutamaan kurban kambing secara individu.
Baca Juga: Panitia Kurban Dilarang Mengambil Daging Kurban Sebagai Upah, Ini Penjelasannya
Patungan Sapi Jadi Solusi bagi Banyak Masyarakat
Di Indonesia, praktik kurban sapi secara patungan banyak dipilih masyarakat karena faktor kemampuan ekonomi.
Dengan sistem tujuh orang untuk satu sapi, masyarakat tetap dapat menunaikan ibadah kurban meski belum mampu membeli hewan sendiri. Praktik ini diperbolehkan dalam syariat Islam dan sah sebagai ibadah kurban.
Baca Juga: Kisah Haru Pemulung Kumpulkan Uang Kurban Meski Hidup Serba Kekurangan
Rasulullah Shallallahu’alahiwasallam juga pernah memperbolehkan kurban secara bersama-sama dalam beberapa riwayat.
Kurban Sesuaikan Kemampuan dan Keikhlasan
Pada akhirnya, para ulama menekankan ibadah kurban sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Baca Juga: Benarkah Hewan Kurban Jadi Kendaraan di Akhirat? Ini Penjelasan UAH
Jika mampu membeli satu ekor kambing sendiri, maka itu menjadi pilihan baik. Namun jika kondisi finansial lebih memungkinkan untuk ikut patungan sapi, maka hal tersebut juga sah dan bernilai ibadah.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”
Karena itu, yang paling utama dalam ibadah kurban adalah ketulusan, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama.
Wallahu a‘lam bishawab.
Editor : Silvina