Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Masih Bingung Tata Cara Salat Idul Adha? Ini Panduan Lengkap Niat, Jumlah Takbir, Bacaan, hingga Waktu Pelaksanaannya

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 26 Mei 2026 | 13:52 WIB
Ilustrasi menuju masjid untuk melakukan salat Idul Adha berjamaah. (MAGNIFIC)
Ilustrasi menuju masjid untuk melakukan salat Idul Adha berjamaah. (MAGNIFIC)

PONTIANAK POST - Salat Idul Adha merupakan ibadah sunah yang sangat dianjurkan bagi pemeluk Islam.

Tata caranya mirip dengan salat pada umumnya, namun terdapat sejumlah perbedaan penting, mulai dari jumlah takbir, niat, hingga tidak adanya adzan dan iqamah.

Ini adalah panduan lengkap salat Idul Adha sesuai tuntunan ulama yang kami sadur dari Islami.co.

Baca Juga: Lebih Utama Salat Id di Masjid atau Lapangan? Ini Penjelasan Ulama dan Sunnah Nabi

Ketentuan dan Keutamaan Salat Idul Adha yang Perlu Diketahui

Salat Idul Adha, begitu juga salat Idul Fitri, memiliki syarat dan rukun yang hampir sama dengan salat lain.

Hal-hal yang membatalkan salat maupun amalan sunah di dalamnya juga tidak jauh berbeda.

Walau begitu, ada sejumlah ketentuan khusus yang membedakan salat hari raya dengan salat lima waktu.

Hukum salat hari raya sendiri adalah sunah muakkad alias sunah yang sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Kenapa Dianjurkan Tidak Makan Sebelum Salat Iduladha? Ini Hikmah dan Dalilnya

Khusus Idul Adha, umat Islam dianjurkan melaksanakan salat lebih awal. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki banyak waktu untuk melaksanakan ibadah kurban setelah salatnya selesai.

Salat Idul Adha dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan dilanjutkan khutbah. Tapi, jika terlambat datang atau memiliki halangan tertentu, salat tetap boleh dilakukan sendiri di rumah atau dalam bahasa agama disebut munfarid.

Tata Cara Salat Idul Adha Sesuai Tuntunan Ulama

Berikut salat Idul Adha sebagaimana dirangkum dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus.

1. Membaca Niat Salat Idul Adha

Salat Id dimulai dan diawali harus dengan niat. Jika dilakukan sendiri, lafaz niatnya berbunyi:

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى لِلهِ تَعَــــــــالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Jika menjadi imam, tambahkan lafaz imaman. Sedangkan bagi makmum ditambahkan makmuman.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kewajiban, Ini Dahsyatnya Salat bagi Kehidupan 

2. Takbiratul Ihram dan Takbir Tambahan

Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, jamaah dianjurkan melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.

Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Baca Juga: Pesan Kebersamaan Gubernur Ria Norsan Warnai Salat Idufitri 1447 H di Masjid Mujahidin Pontianak

Boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pilihan

Selepas takbir tambahan selesai, imam membaca Surat Al-Fatihah. Sesudahnya dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah.

Salat kemudian dilanjutkan seperti biasa, mulai dari rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.

Baca Juga: Hukum Puasa tapi Tidak Salat, Apakah Tetap Sah? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

4. Rakaat Kedua dengan Lima Kali Takbir

Pada rakaat kedua, setelah berdiri, jamaah kembali melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.

Di antara takbir tersebut, dianjurkan membaca zikir sebagaimana pada rakaat pertama. Setelahnya, salat dilanjutkan hingga salam.

5. Mendengarkan Khutbah Idul Adha

Usai salam, jamaah dianjurkan tetap berada di tempat untuk mendengarkan khutbah Idul Adha hingga selesai.

Khutbah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat Id berjamaah. Namun, jika salat dilakukan sendiri di rumah, khutbah tidak diwajibkan.

Baca Juga: Kalibrasi Arah Kiblat, Pastikan Salat Idulfitri di Kantor Gubernur Kalbar Menghadap Ka'bah

Anjuran Memperbanyak Takbir Saat Idul Adha

Selain salat Id, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir pada Hari Raya Kurban.

Takbiran Idul Adha dimulai sejak setelah shalat Subuh pada Hari Arafah, 9 Dzulhijjah, hingga akhir hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah. Takbir dianjurkan dibaca setiap selesai shalat fardhu.

Editor : Miftahul Khair
#panduan lengkap #bacaan #niat #salat idul adha